Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Militer Negara Sahabat

29 August 2015

Indonesia Prioritaskan Tank, bukan Proyek KFX

5:51 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
KFX-C103-iA.
Ada pernyataan menarik yang disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla, atas pertemuannya dengan Perdana Menteri Korea Selatan. menurut JK, Korea Selatan justru yang meminta agar kapal selam dan pesawat tempur yangbdikerjasamakan. Namun menurut Wapres, Indonesia ingin prioritaskan pengembangan Tank. Simak keterangan selengkapnya, Jusuf Kalla kepada Antara.
Seoul:(DM) – Wakil Presiden HM Jusuf Kalla mengatakan akan memprioritaskan kerja sama di bidang persenjataan militer dengan mengacu kepada jumlah unit yang dibutuhkan.
“Dia minta kapal selam, pesawat tempur (untuk dikerjasamakan). Ya kita ingin kembangkan tank dulu, bertahap dulu,” kata JK terkait pertemuannya dengan Perdana Menteri Korea Selatan Hwang Kyo-ahn pada Kamis siang di Seoul.
Menurut JK, kerja sama pengembangan persenjataan militer akan diprioritaskan kepada alat utama sistem senjata yang lebih banyak diperlukan oleh TNI.
Wapres mengatakan perkembangan teknologi pembuatan pesawat tempur maupun kapal selam sangat cepat berganti.
Sementara itu, terkait pengembangan pesawat tempur KF/IFX, Duta Besar Indonesia untuk Korsel John A Prasetio mengatakan kerja sama dua pemerintahan dalam bidang militer dapat dikaji ulang.
“Tapi saya kira memang pada waktu itu Kementerian Pertahanan kita memikirkan secara jangka panjang apa yang diperlukan,” kata John.
Dubes mengatakan kedua tim pengembang pesawat tempur KFX-IFX dari Korsel dan Indonesia akan membicarakan lebih lanjut proyek kerja sama itu.
Program KFX/IFX yang digagas Presiden Korea Selatan (saat itu), Kim Dae-jung, pada 2001, pada 2014 masih dalam tahap pengembangan walau kesepakatan komposisi pembiayaan antara Indonesia dan Korea Selatan sudah ditentukan, yaitu 20 berbanding 80.
Berdasarkan perundingan kedua pemerintahan sebelumnya, akan dibuat 120 unit pesawat tempur KFX/IFX.
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment