Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Militer Negara Sahabat

12 November 2015

AS Kirim F-15 ke Turki, Antisipasi Jet Tempur Rusia

11:42 AM Posted by Ikh Sanudin No comments
Washington:(DM)  – Pentagon telah mengerhakan jet tempur F-15 ke Turki untuk melindungi pesawat AS (yang bergerak lambat) yang sedang melakukan penyerangan ke sejumlah target ISISdi Suriah dan untuk mencegah agresi Rusia di kawasan itu, kata seorang pejabat pertahanan Selasa.
F-15C milik AU AS akan melindungi bomber dan pesawat kargo dari pesawat tempur Suriah dan Rusia, kata seorang pejabat pertahanan AS.
Saat ini bomber B-1, A-10 dan pesawat serang AC-130 -semua yang digunakan untuk menyerang ISIS, atau ISIL di Suriah- yang rentan terhadap serangan dari jet tempur musuh, kata pejabat itu. Pesawat kargo mendrop amunisi untuk pejuang kontra-ISIL juga membutuhkan perlindungan.
Penyebaran pesawat F-15 yang dirancang untuk menembak jatuh pesawat musuh ini lebih bersifat sebuah tindakan kehati hatian dan bukan untuk provokasi, kata David Deptula, ujar seorang pensiunan pilot pesawat tempur, jenderal berbintang tiga dari Angkatan Udara AS yang kini sebagai Dekan Mitchell Institut Studi Aerospace.
“Perencanaan yang bagus penting untuk mengantisipasi potensi ancaman,” kata Deptula. “Konflik dengan Rusia bukan sesuatu yang diinginkan AS ataupun Rusia”.
Pentagon mengumumkan penyebaran jet tempur ke Turki akhir bulan lalu sebagai bagian dari strategi yang diubah untuk menghadapi ISIL di Suriah. Enam lebih pesawat F-15E akan dikirim ke Incirlik Air Base. Peran mereka adalah untuk menyerang target di daratan Suriah. Selain itu, 50 tentara AS untuk operasi khusus akan dikirim ke Suriah sebagai penasihat pasukan lokal. Peter Cook, sekretaris pers Pentagon, Selasa menolak untuk mengatakan kapan tentara tersebut akan berada di Suriah.
Pesawat F-15C milik AU AS, kursi tunggal yang menajdi penyumbang terbesar dalam menembak jatuh pesawat Irak di Perang Teluk pertama, dikirim minggu lalu ke Incirlik, Turki.
Usatoday.com
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment