Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Militer Negara Sahabat

29 January 2016

Senjata Elektronik Terbaru Buatan Rusia Siap Diekspor

8:21 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
The Krasukha-4 Electronic Warfare System
Kompleks Krasukha-4. Sumber: Vitaly V. Kuzmin
Senjata elektronik (electronic warfare) Moskow-1, Krasukha-2, dan Krasukha-4 sudah siap diekspor ke luar negeri dan telah menerima surat spesifikasi teknis untuk keperluan ekspor. Seluruh kompleks senjata elektronik ini diramalkan akan menarik minat banyak negara yang memiliki angkatan bersenjata berteknologi tinggi.
MOSCOW:(DM) - Akibat meningkatnya jumlah konflik lokal di seluruh dunia, minat pembelian senjata elektronik buatan Rusia oleh calon pembeli asing pun turut meningkat secara signifikan. Demikian hal tersebut diutarakan perwakilan dari perusahaan Tekonologi Radio (KRET) yang merupakan produsen utama sistem senjata elektronik Rusia.
Menurut Wakil Pertama Direktur Umum KRET Igor Nasenkov, “Saat ini, KRET bersama dengan Rosoboronexport, sedang mengerjakan kontrak sistem senjata elektronik berbasis darat.” Menurut informasi yang ia sampaikan, sistem senjata elektronik yang dimaksud adalah kompleks Krasukha-2, Krasukha-4, dan Moskow-1.
Moskow-1 mulai masuk ke dalam jajaran pasukan Rusia pada Februari 2015. Total sistem elektronik yang diterima angkatan bersenjata Rusia adalah sebanyak sembilan kompleks. Saat ini, menurut pihak pengembang, belum ada analog sistem semacam itu di dunia.
Salah satu ciri khas senjata elektronik Moskow-1 adalah kemampuannya untuk melakukan pengintaian dalam mode lokasi pasif. Hal ini memungkinkan senjata elektronik tersebut untuk mendeteksi senjata elektronik musuh tanpa memberikan informasi mengenai keberadaannya sendiri. Selain itu, sistem ini secara bersamaan dapat mengatur sembilan kompleks pertahanan udara dan senjata elektronik. “Kompleks Moskow-1 akan menjadi semacam ‘otak’ dari seluruh sistem pertahanan elektronik di seluruh wilayah. Ia mampu mengetahui rencana musuh dan menghalangi efektifitas unit tempur musuh,” kata Igor Nasenkov kepada wartawan.
Sementara, Krasukha-2 dan Krasukha-4 dirancang untuk menekan radar pengawasan udara, seperti misalnya pesawat peringatan dini (Airbone Early Warning atau AEW) dan radar darat. Krashukha-2 dan Krasukha-4 juga mampu menutupi unit teknik lain (misalnya rudal), yang bermanfaat untuk memberikan cukup waktu dalam penyebaran tempur tanpa risiko diketahui oleh musuh. Fitur lain dari kompleks senjata elektronik ini adalah pengaturan umpan palsu untuk memancing rudal musuh. Sinyal kedua sistem Krasukha ini dapat mengubah misi penerbangan rudal yang menyebabkan ia mengetahui umpan palsu. Saat ini, kompleks Krasukha-4 ditugaskan di Suriah untuk melindungi pangkalan udara Rusia.
“Pembaruan angkatan bersenjata Rusia akan selesai pada tahun 2020, volume pesanan unit pertahanan negara akan menurun setelah itu, dan kami kami harus mencari kesempatan untuk ekspor,” kata Nasenkov kepada RBTH.
Seluruh kompleks senjata elektronik ini diramalkan akan menarik minat banyak negara yang memiliki angkatan bersenjata berteknologi tinggi. Namun, yang harus diingat adalah dengan segala efektivitasnya, kompleks senjata elektronik ini dibanderol dengan harga yang cukup tinggi. Namun, dengan adanya perbedaan nilai tukar rubel dan mata uang dunia saat ini, pihak produsen kompleks senjata elektronik tersebut percaya bahwa pembelian peralatan teknik buatan Rusia  justru dinilai akan sangat menguntungkan.
Berdasarkan data, pada 2015, pangsa ekspor KRET adalah sebesar 15–18 persen dari jumlah total produk. Pada 2017, KRET berharap dapat meningkatkan pangsa menjadi 25 persen.
Saat ini, Rusia sedang menjalani pemenuhan kontrak untuk penyediaan sistem pertahanan on-board pada pesawat terbang dan helikopter “Presiden-S” dengan Mesir. Sistem pertahanan on-board “Presiden-S” ini dimaksudkan untuk melindungi pesawat dari misil darat-ke-udara, berbagai sistem artileri, serta rudal jenis udara-ke-udara. “Presiden-S” tidak hanya dapat mendeteksi ancaman, tapi juga mampu memberikan intervensi kepada rudal elektronik sehingga rudal tersebut tidak dapat mencapai target.
Hingga kini, jumlah pasti kompleks yang akan dikirimkan untuk Mesir belum disebutkan. Menurut Nasenkov, “kami di sini berbicara tentang pasokan dalam jumlah besar.”

Hadapi Senjata Radio-Elektronik Rusia, Kapal Perusak AS Kabur

Industri pertahanan Rusia memproduksi berbagai jenis peralatan yang bisa mengejutkan musuh ketika berhadapan dengan Rusia. Foto: Grigoriy Sisoev/RIA Novosti

Departemen Luar Negeri AS mengakui bahwa kru kapal perusak Amerika Donald Cook gentar ketika berhadapan dengan pesawat pembom Rusia SU-24, meski pesawat tersebut hanya sebuah kompleks persenjataan radio-elektronik yang tidak membawa bom ataupun misil. Apa yang membuat kru Amerika begitu ketakutan?

MOSCOW:(DM) - - Pada Kamis (10/4), kapal perusak Amerika Donald Cook memasuki perairan Laut Hitam. Dua hari kemudian, pesawat pembom taktis Rusia Su-24 “membekukan” kapal perusak itu. Beberapa media melaporkan bahwa kru Donald Cook gentar saat bertemu dengan pesawat tersebut dan 27 pelaut Amerika mengajukan permohonan pengunduran diri dari Angkatan Laut.

Donald Cook adalah kapal perusak armada generasi ke-4 milik Angkatan Laut AS. Senjata kunci Donald Cook berupa rudal jelajah Tomahawk yang memiliki jangkauan terbang hingga 2.500 kilometer dengan membawa bahan ledak nuklir. Kapal ini membawa 56 rudal Tomahawk dalam mode standar, dan 96 rudal untuk mode menyerang.
Kapal perusak ini dilengkapi dengan sistem pertahanan militer rudal balistik Aegis terbaru. Kapal ini dapat memusatkan sistem pertahanan udara dari semua kapal yang terpasang dalam jaringan yang sama dengannya, sehingga kapal dapat melakukan pelacakan dan menembak ratusan target pada saat bersamaan. Empat radar besar udara standar dipasang di sisi-sisi kapal di atas dek menggantikan radar biasa. Sekitar 50 rudal pencegat dari berbagai kelas dipasang bersama Tomahawk dalam instalasi peluncuran universal pada bagian haluan dan buritan.
Sementara, pembom taktis Rusia SU-24 yang mendekati Donald Cook tidak membawa bom ataupun rudal, hanya sebuah wadah berisi kompleks militer radio-elektronik Khibiny. Setelah mendekati kapal perusak itu, Khibiny mematikan radar, sirkuit kendali tempur, dan sistem pertukaran datanya. Dengan kata lain, Su-24 mematikan seluruh Aegis seperti mematikan TV dengan remote control. Setelah itu, SU-24 melakukan simulasi serangan rudal pada kapal yang tidak dapat melihat dan mendengar serangan itu, dan mengulangi manuver tersebut sebanyak 12 kali.
Ketika pesawat tempur pergi, Donald Cook segera bergerak menuju pelabuhan Rumania dan tidak pernah mendekati perairan Rusia lagi.
Rusia memang unggul dalam peralatan perang radio-elektronik. Vladimir Balybin, Kepala Pusat Penelitian Pertempuran Radio-Elektronik dan Efisiensi Persembunyian menyatakan semakin rumit sistem radio-elektronik, semakin mudah mengganggu operasinya dengan peralatan perang radio-elektronik. “Untuk memenangkan perang di zaman sekarang, tidak cukup hanya mendominasi di udara. Kita perlu unggul dalam hal informasi,” ujar Balybin.
Selain Khibiny, industri pertahanan Rusia juga memiliki berbagai peralatan perang radio-elektronik yang dapat mengejutkan musuh, kriminal, bahkan teroris. Pasukan udara Rusiadilengkapi dengan kompleks Infauna. Kompleks-kompleks ini dipasang pada kendaraan lapis baja atau kendaraan militer lain dan dapat mencari dan mengganggu koneksi radio musuh dalam frekuensi gelombang pendek maupun gelombang ultrapendek, dan “mematikan” bom darat yang dikendalikan dari jarak jauh. Bom-bom ini tetap akan meledak, tetapi setelah pasukan Rusia lewat dan cukup jauh sehingga aman.
Infauna memiliki fungsi lain. Sensor optik yang terpasang di kedua sisi kendaraan dapat mendeteksi tembakan dan mengaktifkan pengeluaran tabir asap untuk melindungi barisan dari tembakan.
Ada pula perangkat Lesochek yang memiliki fungsi sama seperti Infauna, tapi berbentuk portabel dan dapat masuk ke dalam ransel atau koper. Alat ini berguna dalam perbincangan penting untuk perlindungan terhadap sistem pencegat layanan keamanan yang paling canggih.
Kompleks Borisoglebsk-2 adalah inti peralatan perang radio-elektronik dari unit taktis tentara Rusia. Kompleks ini terdiri dari sebuah titik komando otomatis dan empat jenis stasiun pengganggu. Peralatan ini menggunakan satu algoritma untuk mengidentifikasi sumber aktivitas musuh di udara.
Perangkat Zhitel mencari dan memblokir satelit dan telepon seluler, dan kompleks langganan navigasi GPS. Alat ini terbukti efisien selama konflik di Ossetia Selatan dengan membuat pesawat tanpa awak milik Georgia tersesat.
Wakil Perdana Menteri Rusia Dmitry Rogozin menunjukkan bahwa pembekalan ulang senjata nuklir strategis Rusia dengan peralatan REW mutakhir telah digalakkan. Sementara, secara keseluruhan 70 persen pasukan dan armada akan dibekali ulang pada 2020, dan REW pasukan strategis akan diperbaiki 100 persen.
“Peralatan REW memperkuat persenjataan cerdas kita dan melumpuhkan senjata musuh. Memang begitulah seharusnya,” ujar Rogozin.
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment