Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Militer Negara Sahabat

21 August 2013

Strategi Pertahanan Ibukota

9:30 PM Posted by Unknown No comments

 Basement di Monas Juga Bagian Strategi Pertahanan

https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT5Zvk_fJW9Db1WBTBKfyNG_rvbVGQY47zxpAzBX5gHEPWRjRJR
Ilustrasi sistem pertahanan
Jakarta:(DM) - Basement yang akan di bawah Monas nantinya tidak hanya untuk kawasan parkir dan pertokoan. Namun juga bagian dari strategi pertahanan Ibukota.

"Contoh yang gampang-gampang saja. Tahun depan mau buat basement di Monas hampir 160 hektar. Fungsi pertahanan, strategi pertahanan ada di situ, tidak hanya parkir, jualan souvenir tapi ada strategi pertahanan," ungkap Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (21/8/2013).

Hal ini disampaikan Jokowi usai menerima Wakil Menteri Kementerian Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, di kantornya. Jokowi menjelaskan, hal-hal yang dibutuhkan terkait dengan strategi pertahanan akan diakomodasi dalam Detail Engineering Design (DED).

Jokowi Akan Jadikan Tol Jagorawi Landasan Pesawat Tempur

9:26 PM Posted by Unknown No comments

 Jembatan penyeberangan di sekitar Jagorawi diganti dengan underpass.

http://media4.wartanews.com/contents/media/berita/f16takeoff_dijalantol.jpg
Ilustrasi pendaran Pesawat di jalan Tol
JAKARTA:(DM) - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo bertemu dengan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Balai Kota, Jakarta, Rabu 21 Agustus 2013. Keduanya membahas penyelarasan pembangunan di DKI Jakarta dan strategi pertahanan nasional.

Menurut Jokowi, sebagai salah satu rencana konkretnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan merombak Jalan Tol Jagorawi supaya bisa dijadikan tempat mendarat darurat bagi pesawat tempur ketika keamanan terancam.

"Seperti di Tol Jagorawi dulu bisa untuk pendaratan pesawat. Sekarang tidak bisa karena ada jembatan penyeberangan. Nanti dihilangkan dan diganti dengan underpass," kata Jokowi.

DPR Akan Tindak Lanjuti Tawaran 10 Kapal Selam Rusia

9:20 PM Posted by Unknown No comments
JAKARTA-(DM) : Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq mengatakan, tawaran 10 unit kapal selam dari Pemerintah Rusia kepada Pemerintah Indonesia, merupakan hal menarik. Karenanya, tawaran itu perlu dikaji lebih lanjut.

"Saya kira, tawaran dari Rusia, 10 kapal selam itu menarik untuk dikaji lebih mendalam dan ditindaklanjutinya," ujar Mahfudz Siddiq di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/8).

Namun, menurut Mahfudz, jika nantinya disetujui, pengadaan kapal selam dari Rusia itu baru bisa direalisasikan pada pengadaan tahap kedua atau setelah 2014 mendatang. "Sebab, saat ini sudah ada keputusan untuk pengadaan tiga kapal selam dari Korea Selatan," ujarnya.

Tambah Mahfudz, dalam proses perjalanannya saat ini pengadaan tiga kapal selam dari Korsel berjalan lambat. Ini setelah pihak Jerman, pemilik teknologi kapal selam yang diproduksi Korsel yang akan dijual ke RI, mempermasalahkannya. "Karena, Jerman mengaku menjual hak paten teknologi kapal selam yang dimaksud hanya ke Turki," katanya.