Menhan AS Leon Panetta (berkacamata) dan Menhan Kanada Peter MacKay Gordon (Foto: Day life)
SINGAPURA - Pemerintah Singapura mengatakan
pihaknya tengah mempelajari usulan Kanada untuk mendirikan sebuah
fasilitas logistik sebagai upaya koordinasi bantuan bencana alam yang
berpusat negara itu. Usulan ini juga sangat berkaitan dengan pergeseran
strategi militer Amerika Serikat ke kawasan Asia.
"Kanada telah mengusulkan agar didirikannya pusat logisitik di Singapura sebagai penunjang atas bantuan kemanusiaan serta bencana alam. Kami tengah mempelajari usulan tersebut," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Singapura yang diberitakan AFP Minggu, (3/6/2012).
Dalam sebuah wawancara dengan media Kanada, Menteri Pertahanan Kanada Peter MacKay Gordon mengatakan bahwa usulan itu merupakan bagian dari upaya Ottawa untuk mendukung strategi militer baru AS di Asia Pasifik.
MacKay menambahkan nantinya kerjasama dalam hal ini serupa dengan kerjasama antara Kanada, Kuwait dan Jamaika yang telah membantu memperkuat keberadaan pasukan AS di Timur Tengah dan Karibia.
Menhan Kanada itu tidak secara langsung merujuk pada kesepakatan tertulis antar kedua negara namun, MacKay lebih menekankan pentingnya meningkatkan kerjasama global dalam menghadapi bencana.
"Kami menyadari betapa pentingnya konektivitas dengan semua mitra, kolega serta sekutu demi memudahkan koordinasi dalam memberikan respon yang cepat ketika menghadapi bencana alam," tegas MacKay.
Pernyataan MacKay itu disampaikannya dalam konferensi keamanan tahunan yang digelar di Singapura. Konferensi ini juga turut dihadiri oleh sejumlah Menteri Pertahanan serta beberapa pejabat militer dari sejumlah negara.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri AS Leon Panetta kembali menegaskan strategi baru militer Negeri Paman Sam yang nantinya akan bergeser ke Asia Pasifik.
"Washington akan menggeser sebagian besar armada Angkatan Laut ke Pasifik pada 2020 mendatang. Ini merupakan bagian dari strategi baru di Asia," ujar Panetta.
Strategi AS ini sendiri kabarnya sudah mulai dijalankan yakni dengan beroperasinya sejumlah kapal-kapal kecil di kawasan Asia yang berbasis di Singapura.(rhs)
"Kanada telah mengusulkan agar didirikannya pusat logisitik di Singapura sebagai penunjang atas bantuan kemanusiaan serta bencana alam. Kami tengah mempelajari usulan tersebut," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Singapura yang diberitakan AFP Minggu, (3/6/2012).
Dalam sebuah wawancara dengan media Kanada, Menteri Pertahanan Kanada Peter MacKay Gordon mengatakan bahwa usulan itu merupakan bagian dari upaya Ottawa untuk mendukung strategi militer baru AS di Asia Pasifik.
MacKay menambahkan nantinya kerjasama dalam hal ini serupa dengan kerjasama antara Kanada, Kuwait dan Jamaika yang telah membantu memperkuat keberadaan pasukan AS di Timur Tengah dan Karibia.
Menhan Kanada itu tidak secara langsung merujuk pada kesepakatan tertulis antar kedua negara namun, MacKay lebih menekankan pentingnya meningkatkan kerjasama global dalam menghadapi bencana.
"Kami menyadari betapa pentingnya konektivitas dengan semua mitra, kolega serta sekutu demi memudahkan koordinasi dalam memberikan respon yang cepat ketika menghadapi bencana alam," tegas MacKay.
Pernyataan MacKay itu disampaikannya dalam konferensi keamanan tahunan yang digelar di Singapura. Konferensi ini juga turut dihadiri oleh sejumlah Menteri Pertahanan serta beberapa pejabat militer dari sejumlah negara.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri AS Leon Panetta kembali menegaskan strategi baru militer Negeri Paman Sam yang nantinya akan bergeser ke Asia Pasifik.
"Washington akan menggeser sebagian besar armada Angkatan Laut ke Pasifik pada 2020 mendatang. Ini merupakan bagian dari strategi baru di Asia," ujar Panetta.
Strategi AS ini sendiri kabarnya sudah mulai dijalankan yakni dengan beroperasinya sejumlah kapal-kapal kecil di kawasan Asia yang berbasis di Singapura.(rhs)

0 komentar:
Post a Comment