TOPSHOTS/AFP PHOTO/ADRIANE OHANESIAN
Personel Tentara Pembebasan Rakyat Sudan Selatan (SPLA)
berangkat dari Bentiu, menuju Heglig, ladang minyak terbesar Sudan,
Selasa (17/4/2012). Pengiriman pasukan SPLA ke Heglig itu menyusul
serangan udara Sudan terhadap Bentiu, ibukota negara bagian Unity yang
kaya minyak di Sudan Selatan.
KAMPALA, KOMPAS.com - Pejabat angkatan bersenjata
Sudan Selatan mengatakan personelnya menenggelamkan sebuah kapal yang
mengangkut 170 tentaranya di Sungai Nil, setelah mengiranya kapal musuh.
Insiden itu menewaskan setidaknya 10 tentara dan 50 orang lainnya
hilang.
Juru bicara angkatan bersenjata Sudan Selatan Kolonel Philip Aguer mengatakan, Minggu (16/9/2012), tentaranya mengeluarkan tembakan setelah sebuah kapal militer tidak merespons panggilan berulang-ulang untuk berhenti. Sebagian besar dari 170 tentara dari kapal itu berhasil berenang ke tepi sungai, namun 50 tentara masih hilang.
Aguer mengatakan pemerintah Sudan Selatan melancarkan penyelidikan atas peristiwa itu, meskipun tetap menyebut insiden itu sebagai "kecelakaan".
Hubungan antara Sudan Selatan dengan Sudan diwarnai dengan ketegangan akibat ketidaksepakatan soal perbatasan dan pembagian hasil minyak bumi.
Tahun lalu, Sudan Selatan menjadi negara berdaulat.
Juru bicara angkatan bersenjata Sudan Selatan Kolonel Philip Aguer mengatakan, Minggu (16/9/2012), tentaranya mengeluarkan tembakan setelah sebuah kapal militer tidak merespons panggilan berulang-ulang untuk berhenti. Sebagian besar dari 170 tentara dari kapal itu berhasil berenang ke tepi sungai, namun 50 tentara masih hilang.
Aguer mengatakan pemerintah Sudan Selatan melancarkan penyelidikan atas peristiwa itu, meskipun tetap menyebut insiden itu sebagai "kecelakaan".
Hubungan antara Sudan Selatan dengan Sudan diwarnai dengan ketegangan akibat ketidaksepakatan soal perbatasan dan pembagian hasil minyak bumi.
Tahun lalu, Sudan Selatan menjadi negara berdaulat.
Sumber :kompas
AP
Editor :
Kistyarini

0 komentar:
Post a Comment