Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Militer Negara Sahabat

21 November 2012

Gencatan Senjata di Jalur Gaza Disepakati

1:25 AM Posted by Unknown No comments

Tentara Israel berdiri di atas tank saat berada di perbatasan Israel dan Gaza. FOTO: EPA/JIM HOLLANDER
Mulai diberlakukan Selasa tengah malam (Rabu pukul 5 pagi WIB).

Palestina (yang mewakili Kota Gaza) dan Israel menyepakati gencatan senjata yang dimediasi oleh Mesir. Gencatan senjatan itu mulai berlaku Selasa tengah malam waktu setempat (sekitar Rabu pukul 5 pagi WIB).

"Sebuah perjanjian untuk masa tenang telah tercapai. Ini akan dinyatakan pada 9.00 dan mulai diberlakukan pada tengah malam," kata salah seorang petinggi Hamas, Ayman Taha.



Sebelumnya, tentara Israel menebarkan selebaran kepada warga kota Gaza dan memerintahkan mereka untuk "segera" mengeavakuasi diri, sehingga mempertinggi kekawatiran serangan darat Israel mungkin segera terjadi.


Perintah datang setelah serangan udara Israel di Gaza menewaskan sedikitnya lima orang pada Selasa, ketika delegasi para menteri negera Arab tiba di wilayah itu.


"Lima orang tewas dan dua lainnya luka-luka dalam serangan udara Israel di lingkungan Sabra," kata juru bicara kementerian kesehatan, Ashraf al-Qudra.


Pengumuman gencatan senjata itu sesuai dengan pernyataan Presiden Mesir, Mohammed Mursi, yang menyebut agresi Israel terhadap Gaza akan berakhir pada Selasa, dan mediasi yang diupayakannya memberikan "hasil positif".


Seorang petinggi Hamas, Khaled Meshaal, dan negosiatornya masih dalam pertemuan dengan kepala intelijen. "Tapi itu bukan rahasia kita di ambang kesepakatan," katanya.


Sementara itu, Menteri Luar Negeri Hillary Clinton akan meninggalkan Asia pada Selasa untuk mengunjungi Israel, Mesir dan Ramallah, meningkatkan upaya AS untuk menghindari memburuknya krisis Gaza.


Clinton akan bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mendiskusikan krisis dengan para pemimpin Mesir dan Palestina, setelah menemani perjalanan Presiden Barack Obama ke Asia Tenggara.


Obama mengirim Clinton setelah berbicara dengan Netanyahu dan dua kali untuk Mursi, setelah meninggalkan pertemuan KTT Asia Timur pada Senin malam.


Menteri senior Israel memutuskan untuk menunda invasi darat di Jalur Gaza untuk memberikan waktu Mesir melakukan upaya mediasi.


Para pejabat Palestina mengatakan Clinton akan mengunjungi Ramallah di Tepi Barat pada hari Rabu pagi untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Palestina, Mahmud Abbas.


Roket Palestina Capai Yerusalem

Meskipun upaya untuk membawa gencatan senjata yang efektif antara Israel dan Palestina, sebuah roket Palestina menghantam pinggiran Yerusalem pada hari Selasa, mendarat di daerah terbuka. Itu adalah serangan roket terpanjang yang ditembakkan dari Jalur Gaza dalam hampir sepekan pertempuran.

Serangan roket itu membuat sirene serangan udara di seluruh metropolis itu meraung-raung. Sebuah ledakan terdengar di pusat kota. Penduduk Yerusalem berlari untuk berlindung, bus dan kereta berhenti untuk membiarkan penumpang keluar.


Juru bicara polisi, Micky Rosenfeld mengatakan roket mendarat di Gush Etzion, pemukiman Yahudi di Tepi Barat. Tidak ada yang terluka dalam serangan balik itu.


Yerusalem, hampir 80 kilometer dari Gaza, adalah kota paling jauh hingga kini yang bisa dijangkau roket para pejuang Hamas, sebuah sinyal meningkatnya kecanggihan persenjataan di gudang Hamas.


Serangan-serangan yang ditujukan ke Yerusalem dan Tel Aviv secara dramatis memamerkan kemampuan baru pejuang Hamas, termasuk sebuah roket M-75 buatan lokal, yang selongsongnya diambil tentara Israel, dan membuat mereka terkejut.


Ketua HAM PBB

Ketua Hak Asasi Manusia PBB menekan Israel pada Selasa untuk menghindari serangan pada kawasan sipil di Gaza.

UNICEF mengatakan anak-anak di daerah Gaza kini menunjukkan tanda-tanda trauma parah setelah tembakan langsung pada tempat tinggal mereka yang telah menewaskan puluhan warga sipil.


Komite Internasional Palang Merah juga mengingatkan kedua belah pihak mematuhi hukum kemanusiaan untuk meminimalkan korban sipil.


Setidaknya 57 warga sipil Palestina tewas, termasuk 18 anak-anak, yang telah dikonfirmasi.


Menurut pantauan PBB, korban tewas telah dua kali lipat dalam 48 jam terakhir.


Sepuluh orang lagi tewas semalam tetapi tidak jelas berapa banyak warga sipil, kata juru bicara Ketua HAM PBB, Rupert Colville.


beritasatu

0 komentar:

Post a Comment