Polisi Malaysia siap hadapi pihak pengikut Kesultanan Sulu (Foto: AP)
LAHAD DATU:(DM) - Setelah dua pekan menduduki wilayah Sabah, Malaysia, para pengikut Kesultanan Sulu diharapkan bisa mengakhiri aksinya tersebut. Pemerintah Malaysia pun berharap konflik ini bisa berakhir dalam waktu 72 jam ke depan.
Hingga saat ini pasukan Malaysia terus berjaga-jaga di Desa Tanduo, Lahad Datu di mana para pengikut Kesultanan Sulu itu melakukan aksi pendudukan sejak 9 Februari lalu. Pasukan Malaysia dikabarkan sudah berada sekira 500 meter dari desa tersebut. Demikian diberitakan The Star, Senin (25/2/2013).
Namun belum diketahui tanggapan dari sekira 150 pengikut Sultan Jamalul Karim ini. Kesultanan Sulu sempat berkuasa di Sabah namun wilayah mereka direbut pada masa kolonial dan kini lebih berpusat di wilayah selatan Filipina.
Pihak Filipina sudah mengirim kapal penyelamat yang ditujukan untuk mengevakuasi warga sipil yang lima orang perempuan yang termasuk di dalam kelompok itu. Hal ini menandakan bahwa, pemimpin dari kelompok itu, Azzimudie Kiram tengah bersiap untuk meninggalkan desa Tanduo.
Menurut pihak Kementerian Luar Negeri Filipina, kapal tersebut tiba di Bangao, Tawi-Tawi Minggu 24 Februari malam waktu setempat. Kapal itu akan terus menunggu proses negosiasi yang dilakukan oleh Pemerintah Malaysia, yang melakukan pembicaraan dengan keluarga Sultan Jamalul Karim. Negosiasi ini turut dibantu oleh Pemerintah Filipina.
Pihak Pemerintah Filipina turut menyertakan Esmail, adik dari Sultan Jamalu Karim, untuk meyakinkan kelompok itu kembali pulang ke Filipina dari Sabah. Kurangnya pasokan makanan, diperkirakan akan membuat kelompok itu berpikir untuk terus bertahan.
okezone
LAHAD DATU:(DM) - Setelah dua pekan menduduki wilayah Sabah, Malaysia, para pengikut Kesultanan Sulu diharapkan bisa mengakhiri aksinya tersebut. Pemerintah Malaysia pun berharap konflik ini bisa berakhir dalam waktu 72 jam ke depan.
Hingga saat ini pasukan Malaysia terus berjaga-jaga di Desa Tanduo, Lahad Datu di mana para pengikut Kesultanan Sulu itu melakukan aksi pendudukan sejak 9 Februari lalu. Pasukan Malaysia dikabarkan sudah berada sekira 500 meter dari desa tersebut. Demikian diberitakan The Star, Senin (25/2/2013).
Namun belum diketahui tanggapan dari sekira 150 pengikut Sultan Jamalul Karim ini. Kesultanan Sulu sempat berkuasa di Sabah namun wilayah mereka direbut pada masa kolonial dan kini lebih berpusat di wilayah selatan Filipina.
Pihak Filipina sudah mengirim kapal penyelamat yang ditujukan untuk mengevakuasi warga sipil yang lima orang perempuan yang termasuk di dalam kelompok itu. Hal ini menandakan bahwa, pemimpin dari kelompok itu, Azzimudie Kiram tengah bersiap untuk meninggalkan desa Tanduo.
Menurut pihak Kementerian Luar Negeri Filipina, kapal tersebut tiba di Bangao, Tawi-Tawi Minggu 24 Februari malam waktu setempat. Kapal itu akan terus menunggu proses negosiasi yang dilakukan oleh Pemerintah Malaysia, yang melakukan pembicaraan dengan keluarga Sultan Jamalul Karim. Negosiasi ini turut dibantu oleh Pemerintah Filipina.
Pihak Pemerintah Filipina turut menyertakan Esmail, adik dari Sultan Jamalu Karim, untuk meyakinkan kelompok itu kembali pulang ke Filipina dari Sabah. Kurangnya pasokan makanan, diperkirakan akan membuat kelompok itu berpikir untuk terus bertahan.
okezone

0 komentar:
Post a Comment