Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Militer Negara Sahabat

02 March 2013

WNI di Sabah Diungsikan ke Tempat Aman

7:34 PM Posted by Unknown No comments
WNI di Sabah Diungsikan ke Tempat Aman
Dua anggota polisi bersenjata berjaga di sebuah pos pemeriksaan di Desa Bakapit dekat kota Lahad Datu, Sabah. Di sekitar tempat ini aparat keamanan Malaysia mengepung sekelompok orang bersenjata yang mengaku sebagai Tentara Kesultanan Sulu

NUNUKAN,:(DM) — Sekitar 600 warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di ladang perkebunan kelapa sawit diungsikan ke tempat yang aman terkait gejolak antara warga Filipina dan Malaysia di Sabah.

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sabah Soepeno Sahid yang dihubungi pada Sabtu (2/3/2013) menjelaskan, kawasan perkebunan kelapa sawit yang diduduki warga Filipina bersenjata itu adalah Felda Sahabat 17 milik Pemerintah Kerajaan Malaysia di Lahaddatu, Sabah, sejak 11 Februari 2013.

Soepeno menjelaskan, pihaknya langsung mengungsikan para WNI ke kawasan lain demi keamanan mereka meskipun lokasi baru itu tidak jauh dari kawasan konflik itu.
Namun, WNI tersebut masih berada di lokasi pengungsian karena Felda Sahabat 17 yang dikuasai warga Filipina tersebut masih bergejola


"Kami langsung pindahkan warga kami yang bekerja di Felda Sahabat 17 ke tempat lain yang dianggap lebih aman, tak jauh dari lokasi bergolak tersebut," tutur Soepeno, yang mengaku sedang berada di Batam saat dihubungi.
"Secepatnya kami kembalikan lagi ke tempat kerjanya di Felda Sahabat 17 kalau situasi keamanan benar-benar sudah kondusif," ujarnya.

Soepeno menambahkan, kawasan yang diduduki Filipina tersebut sampai sekarang masih bergejolak sehingga belum ada rencana untuk mengembalikan para WNI yang menjadi TKI ke tempatnya semula.

"Tidak ada WNI yang menjadi korban baku tembak antara aparat Malaysia dan warga bersenjata Filipina karena cepat kami ungsikan ke tempat lain," ujar Soepeno, yang menambahkan bahwa para WNI di wilayah itu sempat mengkhawatirkan keselamatan mereka.

 KOMPAS

0 komentar:

Post a Comment