Subscribe:

28 April 2013

Peran GNB dalam Perlucutan Senjata Nuklir Dunia


AMERICA:(DM) - Ancaman senjata nuklir global dewasa ini menjadi masalah krusial yang dihadapi masyarakat dunia. Dalam upaya memecahkan problematika tersebut, Majelis Umum PBB akan menggelar pertemuan puncak mengenai perlucutan senjata nuklir yang digelar atas inisitif gerakan non blok (GNB). Konferensi tingkat tinggi ini dijadwalkan akan berlangsung pada September mendatang. Terkait hal ini, Mohammad Khazaee, Duta besar Iran di PBB sekaligus wakil GNB dalam pertemuan dengan ketua Majelis Umum, Vuk Jeremić, Sabtu (27/4) mengungkapkan optimismenya mengenai rencana dan capaian penyelenggaraan KTT perlucutan senjata nuklir itu.

Pada pertemuan yang dihadiri para delegasi dan anggota GNB, termasuk Indonesia, Mesir, Venezuela dan Kuba, wakil Iran di PBB menyatakan kesiapannya sebagai ketua periodik GNB untuk menggelar pertemuan berkala dan berpengaruh dalam skala global. Agenda perlucutan senjata nuklir terutama di kawasan Timur Tengah yang tengah bergolak mempertegas urgensi pertemuan tersebut.


Tahun lalu, Iran menjadi tuan rumah KTT GNB. Dalam deklarasi yang dihadiri para pemimpin negara-negara anggota GNB, isu perlucutan senjata nuklir menjadi poros utama peran aktif gerakan non blok dalam tata kelola dunia. Kini, GNB memiliki kesempatan yang lebih besar untuk meningkatkan peran aktifnya dalam keputusan strategis tata kelola dunia, termasuk di dalamnya mengenai isu senjata nuklir.

Sebagai organisasi terbesar kedua di dunia setelah PBB, GNB dewasa ini memasuki fase interaksi baru di arena global. Namun pemanfaatan potensi besar demi mewujudkan sinergi dan meminimalisir ancaman global membutuhkan kerjasama antaranggota GNB di arena internasional semacam PBB, terutama Majelis Umum sebagai  institusi penting PBB, dengan anggota GNB yang mencapai 120 negara.

Persiapan KTT perlucutan senjata nuklir saat ini berlangsung di tengah memanasnya situasi dan kondisi di kawasan Timur Tengah dan berlanjutnya standar ganda sejumlah negara adidaya dunia yang menjadi penghalang terwujudnya perlucutan senjata nuklir di tingkat global. Masalah tersebut menjadi tuntutan kolektif publik dunia, namun upaya mewujudkannya hingga kini membentur dinding akibat sejumlah faktor.

Keberadaan ribuan hulu ledak nuklir, termasuk yang paling besar dimiliki AS dan negara-negara Eropa jelas mengancam perdamaian dan keamanan global. Tidak hanya itu, program nuklir militer Israel sebagai satu-satunya rezim pemilik senjata nuklir di kawasan Timur Tengah, yang berdiri berkat bantuan AS, Inggris dan Prancis, hingga kini menjadi ancaman besar bagi kawasan Timur Tingah dan dunia.

Hingga kini adidaya dunia alih-alih mendukung perlucutan senjata nuklir global, tapi  kebijakannya justru memicu perlombaan senjata nuklir yang bertentangan dengan tujuan NPT. Dalam kondisi demikian, GNB sejatinya memainkan peran strategisnya sebagai kekuatan global untuk menyelamatkan dunia dari ancaman senjata pemusnah massal itu. Dan Iran sebagai ketua periodik GNB, optimis organisasi internasional terbesar kedua setelah PBB ini bisa memainkan peran aktifnya demi mewujudkan perdamaian dunia yang berkeadilan.

(IRIBIndonesia/PH)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...