Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Militer Negara Sahabat

08 July 2015

Typhoon Masih Akan Jadi Tulang Punggung Eropa, Harus Kalahkan Rafale

9:13 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
Typhoon-Gioia

EROPA:(DM) - Serangkaian upgrade dan modifikasi yang dijadwalkan akan diintegrasikan ke dalam Eurofighter Typhoon akan menjadikan pesawat ini sebagai “tulang punggung” dari kekuatan udara Eropa sampai tahun 2030.

Dalam papernya yang berjudul The Maximising European Combat Air Power: Unlocking the Eurofighter’s Full Potential, Royal United Services Institute berpendapat saat ini pasar ekspor pesawat tempur sangat kompetitif dengan semua produsen mengklaim menawarkan performa yang tak tertandingi. Ditembah keterlambatan Lockheed Martin F- 35 Joint Strike Fighter, maka akan menjadikan Typhoon masih akan menjadi tulang punggung kekuatan langit Eropa hingga 2030.

Lembaga ini mengatakan pesawat tempur lain seperti Tornado GR4 dan F-16 A/B yang ada di Eropa akan umurnya telah terbatas. “[Ini] ditambah dengan biaya dan rentang waktu yang terkait dengan program F-35, berarti bahwa Eurofighter Typhoon, bersama dengan [Dassault] Rafale Prancis, akan menyediakan tulang punggung tempur kekuatan udara Eropa selama setidaknya satu dekade dari 2020, ” demikian bunyi paper tersebut.

“Dengan sensor, senjata dan upgrade jaringan yang dijadwalkan untuk integrasi, Eurofighter bisa tetap mampu memiliki kemampuan tempur efektif dalam skenario operasional kemungkinan besar melampaui 2030.”

Royal Air Force dan angkatan udara Italia berencana mempensiun Tornado mereka pada 2019 dan 2020, sedangkan angkatan udara Jerman akan mulai mentransfer peran Tornado ke Typhoon pada 2016.

Tiga negara ini akan terus bergantung pada Eurofighter untuk menjadi inti dari kekuatan tempur mereka sampai setidaknya 2030 sampai F-35 sepenuhnya bisa masuk layanan. Kecual Jerman, yang sampai saat ini tidak berniat untuk membeli F-35.

“Oleh karena itu, penting untuk mengetahui bagaimana guna mendapatkan hasil maksimal dari platform yang sangat mampu ini dalam lingkungan operasi masa depan di mana AS semakin melihat pesawat generasi kelima sebagai standar masuk perang,” lembaga ini menambahkan.

Paper itu juga mencatat bahwa Rafale saat ini lebih matang karena memiliki radar active electronically scanned array untuk membantu mreka dalam sistem penembakan rudal. Tetapi paper itu juga menyebut Typhoon saat ini “belum mencapai potensi penuh”.

“Mengingat kinerja dasar badan pesawat dan kemampuan yang signifikan pada kontrak untuk penyebaran operasional pada tahun 2020 maka Typhoon harus melampaui Rafale dalam banyak hal,” catat paper itu.
 .jejaktapak
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment