Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Militer Negara Sahabat

06 October 2015

Yang Ghoib di HUT TNI Ke 70

12:54 AM Posted by Ikh Sanudin No comments
HUT TNI Ke 70 di Merak, Banten (photo: CNN Indonesia)
HUT TNI Ke 70 di Merak, Banten (photo: CNN Indonesia)
Merak:(DM) – Tak lama setelah duduk di kursi undangan, muncullah pengumuman dari pembawa acara HUT TNI ke 70 di Merak Banten, 5 Oktober 2015. Loud speaker berbunyi: “Yang Anda saksikan saat ini adalah mobil rombongan Presiden beserta Ibu yang menuju ke Merak Banten”.
Saya pun langsung menoleh ke layar televisi besar yang dipasang di atas kursi-kursi undangan. TV yang dipasang cukup bayak, berjajar hingga baris belakang.
Pada layar televisi terlihat mobil iring iringan presiden dengan jelas, meluncur di jalan beraspal yang lurus. “Gambar ini diambil oleh pesawat tanpa awak (UAV)”, ujar announcer.
Saya bertanya dalam hati : “Hebat amat UAV Indonesia. Bisa secara real time mengirimkan gambar detil yang di-shooting dari UAV. Saya bergerak, mencoba mencari UAV yang dimaksud, tapi tidak menemukannya.
Kebingungan saya belum terjawab, tiba tiba defile militer dimulai, sehingga perhatian saya tertuju ke sana.
Usai acara, saya menyempatkan makan siang di rumah makan, sebelum masuk ke jalan tol Merak – Jakarta. Cukup banyak yang makan di situ usai menghadiri HUT TNI.
Sekelompok pria ngobrol di samping kiri meja saya. Rekannya berseloroh: “Nggak pulang pakai Sukhoi sambil tertawa kecil ? “. Teman di depannya menjawab: “Tidak, naik penerbangan sipil”.
Mendengar kata kata Sukhoi, radar di otak saya langsung berbunyi. Saya pun berdiri, menyalami ketiganya, sambil mengenalkan diri, lalu duduk kembali.
“Dari Makassar Pak? “, tanya saya. “Iya”, katanya ramah.
“Sukhoi tadi mantap Pak”, lanjut saya. Rekan yang satu nyeletuk :”Iya. ini nih…Bosnya …. Makassar”.
“Semoga SU-35 jadi dibeli ya Pak ?”, ujar saya. “Ya, kalau Presiden menyetujui anggarannya”. “Kita bawa 10 Sukhoi ke Jakarta”, biar presiden dan masyarakat lihat kehebatan Sukhoi, ujarnya.
“Ada berapa Sukhoi kita Pak”, tanya saya.
“16”, ujarnya. Kami pun sedikit ngobrol soal Sukhoi.
Saya bertanya lagi: “UAV tadi mantap ya Pak”, tanya saya lagi.
“Itu yang dibeli via Filipina”, ujarnya.
“Heron ?”, tanya saya.
“Iya, Heron”.
Seacher MK2 atau Heron Pak ?”, kejar saya penasaran.
“Heron. Gambar itu tadi diambil dari jarak 10.000 kaki (3 km)”, katanya.
Setelah pembicaraan itu, barulah terjawab pertanyaan saya, tentang UAV yang secara real time menayangkan pergerakan mobil presiden dengan detil.
Ohh.. pantesan Heron yang membuat Heran. Benda ghoib di HUT TNI ke 70. Barangnya tidak, terlihat tapi hasil kerjanya disaksikan orang banyak.
Dalam sesi awal demonstrasi Dua Sukhoi dan dan F-16 bermanuver di laut Merak. Tak lama kemudian pesawat itu melepaskan bom ke laut. Saya tidak tahu jenis bom yang dilepas. Namun setiap pesawat melepas sekitar 6 bom dan meledak di dalam air. Lokasi ledakan dengan panggung undangan berjarak sekitar 300 meter. Meski meledak di air, namun efek bom tersebut sedikit mengguncang podium tamu undangan, yang diberi level satu meter dari tanah. Setiap bom meledak, guncangan itu terasa. Delay sekitar 2 second, setelah bom terlihat meledak. Saya tidak tahu, apakah bom ini anti kapal selam atau anti kapal permukaan. Yang jelas bom itu meledak di dalam air.
Manuver terkahir yang dilakukan Sukhoi adalah dog fight dengan pesawat lawan yang diperankan oleh F-16, dua lawan dua.
Ke empat pesawat berkejar-kejaran di udara mengadu kelincahan dan mengecoh lawannya. Suara Sukhoi yang terbang rendah sekali di atap tenda podium, menghadirkan suara yang menggelegar.
Aksi terbaik adalah ketika Sukhoi Indonesia dikejar dari belakang oleh pesawat lawan (F-16). Sukhoi pun bermanuver terbang tegak lurus ke atas membelah langit. Tadinya saya pikir dia akan melakukan manuver Pugachev. Namun Setelah terbang menukik ke atas, pesawat tiba tiba melakukan roll out dan langsung berada di belakang pesawat F-16 dan tamatlah nasib pesawat lawan tersebut karena langsung “diberi” oleh Sukhoi.
Dua T-50i juga melakukan manuver di acara ini, keduanya melakukan air coverage, untuk melindungi kapal korvet dan KCR yang melakukan manuver serangan laut. Announcer mengatakan pesawat T-50i Indonesia telah dilengkapi dengan rudal air to air. (JKGR).
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment