Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Militer Negara Sahabat

09 February 2016

MiG-31 Jatuh, Pertahanan Udara Rusia, Down

10:54 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
Moskow:(DM) – Pondasi pertahanan udara Rusia untuk sementara “down” setelah Departemen Pertahanan Rusia hari Senin, 8/12/2016, menggrounded semua pesawat pencegat MiG-31 yang berjumlah 120 pesawat, menunggu penyelidikan atas hilangnya MiG-31 di langit Siberia.
Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan Senin sore, 8/2/2016, pesawat MiG-31 jatuh di atas wilayah Krasnoyarsk, Siberia. Pilot pesawat berhasil keluar dengan aman dan kecelakaan tidak menyebabkan kerusakan di darat, ujar Kementerian Pertahanan. Saat insiden tersebut, pesawat MiG-31 tidak membawa senjata.
Kementerian Pertahanan mengatakan, “menurut data awal,” MiG-31 jatuh karena kegagalan peralatan dan menunjukkan pesawat itu memiliki pemeliharaan yang miskin.
MiG-31 (NATO : Foxhound) adalah pesawat tempur supersonik high altitude yang dibuat untuk mencegat pembom Amerika. Pesawat ini diperkenalkan ke dalam layanan pada tahun 1981 sebagai turunan dari pesawat pencegat yang lebih tua MiG-25. Sekitar 120 MiG-31 ada dalam pelayanan, dan 80 pesawat sebagai cadangan.
Kementerian Pertahanan Rusia menandatangani kontrak 30 miliar rubel (US $ 378 juta) dengan BUMN United Aircraft Corp pada 27 November, untuk modernisasi lebih dari 50 MiG-31s ?? yang tersisa pada akhir 2018.
Rusia menerima gelombang pertama dari 24 pesawat MiG-31BMs yang dimodernisasi, pada April lalu. Menurut Wakil Menteri Pertahanan Yuriy Borisov, total ada 130 MiG-31s yang dijadwalkan untuk modernisasi dalam jangka panjang.
Menurut laporan media Rusia, MiG-31 dapat terbang di ketinggian 20.000 meter, mencapai kecepatan maksimum Mach 2,83 dan memiliki jangkauan 1.450 kilometer dengan bahan bakar internal. Zaslon fire control system yang telah diupgrade, memungkinkan pesawat untuk melacak hingga 10 target sekaligus, dan dapat terlibat peperangan di mana saja, dengan empat hingga enam pesawat secara bersamaan.
Departemen Pertahanan Rusia tampaknya akan terbebani dengan masalah keuangan untuk modernisasi pesawat MiG-31s ??yang akan terus menjadi tulang punggung pertahanan udara Rusia di masa mendatang. Rencana untuk memproduksi kembali MiG-31 ditolak, dan uangnya akan dialihkan ke modernisasi dan pengembangan desain pencegat yang baru suatu saat nanti.
“Hal ini sudah jelas bahwa setelah dimodernisasi … [MiG-31] mungkin berdinas di militer untuk [total] 40 sampai 45 tahun. Tapi itu bukan batasan, “kata Borisov pada bulan April. “Saya pikir kami akan mempertimbangkan kemungkinan memperpanjang umur MiG-31 untuk 50 tahun, menempatkannya dalam pelayanan setidaknya sampai tahn 2030.
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment