Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Militer Negara Sahabat

31 January 2013

Hizbullah: Serangan Israel ke Suriah Barbar!

10:09 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
Militer Suriah terus terlibat perang (Foto: Reuters)
BEIRUT:(DM) – Hizbullah mengecam serangan yang dilakukan Israel ke wilayah Suriah. Kelompok tersebut pun menganggap serangan tersebut sebagai sebuah tindakan barbar.

“Hizbullah mengecam keras agresi Negara Zionis terhadap suriah. Kami mengajak negara-negara Arab dan komunitas internasional untuk juga mengecam serangan tersebut,” pernyataan yang dikeluarkan Hizbullah, seperti dikutip The Daily Star, Kamis (31/1/2013).

“Serangan tersebut menunjukkan keinginan Israel selama ini untuk menghancurkan Suriah. Tindakan itu adalah bagian dari konspirasi besar Israel untuk menghancurkan dunia Islam. Serangan Israel ini barbar!” lanjut pernyataan tersebut.

Serangan Israel itu sendiri dilaporkan mengenai sebuah pusat penelitian milik pemerintah Suriah yang terletak dekat dengan perbatasan Lebanon. Pihak suriah menyatakan, serangan tersebut

AL China Latihan Perang di Wilayah Sengketa

9:52 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
Kapal Induk milik China (Foto: Reuters)

BEIJING:(DM) – Tiga kapal perang China dilaporkan menuju kawasan Samudera Pasifik untuk melakukan latihan militer. Pemerintah China menyebutkan kapal perang tersebut akan melewati wilayah Laut China Timur dan Laut China Selatan yang sedang dipersengketakan China dengan negara lain.

“Armada kapal tersebut akan melakukan setidaknya 20 macam latihan. Di antaranya latihan konfrontasi dan pertempuran untuk melindungi kedaulatan wilayah laut China,” sebut pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Pertahanan China, seperti dikutip Reuters, Kamis (31/1/2013).

“Latihan ini akan dilakukan di wilayah Laut Kuning, Laut China Timur, Laut China Selatan, dan laut di sekitar Taiwan,” lanjut pernyataan tersebut.

China menyatakan, latihan militer tersebut merupakan program rutin yang dilakukan oleh Angkatan Lautnya. Namun sebagian pihak menduga latihan tersebut berkaitan dengan sengketa laut yang dimiliki oleh China dengan negara tetangganya.

Pangarmabar Tinjau Lahan Pembangunan Batalyon 10 Marinir

9:17 PM Posted by Ikh Sanudin No comments

http://www.poskotanews.com/cms/wp-content/uploads/2013/01/armabar-sub4.jpg JAKARTA:(DM) - Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangaramabar) Laksamana Muda (Laksda) TNI Arief Rudianto, melakukan peninjauan ke lahan yang rencanannya akan dialokasikan untuk pembangunan Batalyon 10 Marinir, di Setokok Batam.

Pangarmabar pada kesempatan tersebut didampingi Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjung Pinang Laksamana Pertama (Laksma) TNI Agus Heryana, Komandan Gugus Keamanan Laut Koarmabar Laksma TNI Arusukmono Indra Sucahyo, Kepala Dinas Fasilitas Pangkalan Angkatan Laut (Kadisfaslanal) Laksma TNI Lefrand Tuelah,

Kunjungan Pangarmabar Laksda TNI Arief Rudianto, ke Setokok tersebut dilaksanakan dalam rangkaian kunjungan kerja ke wilayah pangkalan-pangkalan Angkatan Laut serta pos-pos Angkatan Laut yang berada di perbatasan atau pulau-pulau terluar.

Hizbullah: serangan Israel "buka kedok" penyebab konflik Suriah

9:05 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
Jet Israel (muslimdaily.net)

"...kejahatan yang bertujuan menghancurkan negara ini, serta melemahkan tentaranya." 

BEIRUT:(DM)  - Serangan udara Israel terhadap Suriah "membuka kedok" asal-usul sebenarnya konflik berdarah di negara itu, kata Hizbullah, sekutu terdekat Suriah di Lebanon, Kamis.

Kelompok gerilyawan Syiah itu, yang merupakan musuh bebuyutan Israel, Rabu mengatakan serangan itu "sepenuhnya membuka kedok apa yang telah terjadi di Suriah selama dua tahun terakhir dan kejahatan yang bertujuan menghancurkan negara ini, serta melemahkan tentaranya."

Hizbullah, dalam satu pernyataan mengatakan pihaknya "tegas mengutuk agresi baru Zionis terhadap Suriah itu", lapor AFP.

Filipina beli 12 jet tempur Korea Selatan

9:02 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
Sebagian informasi dan performansi FA-50 Golden Eagle. Sepintas dia sangat mirip dengan F-16 Falcon, kecuali pada dimensinya yang lebih kecil. (blogspot.com)

"... Filipina makin gencar memordernisasi militernya untuk menghadapi keagresifan China 
 
MANILA:(DM)  - Filipina akan membeli 12 jet tempur FA-50 Golden Eagle Korea Selatan untuk memperkuat militernya, kata juru bicara pemerintah pada Rabu, di tengah-tengah peningkatan ketegangan laut dengan China.

Pesawat FA-50 itu akan merupakan jet tempur pertama digunakan Angkatan Udara Filipina sejak pesawat tempur F-5 buatan Amerika Serikat tidak digunakan lagi, kata juru bicara Presifen Benigno Aquino, Edwin Lacierda.

"Kami tidak memiliki jet tempur sekarang yang dapat digunakan, karena itu kami perlu meningkatkan kemampuan udara. Ini bagian dari proses memorderniasasi perangkat keras militer kami," katanya kepada wartawan.

Lacierda mengatakan jet-jet itu akan digunakan untuk pelatihan, pencegatan dan penanggulangan bencana dan akan menggunakan kamera udara untuk menyurvei daerah-daerah.

Untuk Gempur Suriah, Israel Siagakan Kota Perbatasan Haifa

8:31 PM Posted by Ikh Sanudin 1 comment
Untuk Gempur Suriah, Israel Siagakan Kota Perbatasan Haifa

HAIFA:(DM) - Menyusul serangan jet tempur rezim Zionis ke sebuah pusat riset militer di pinggiran Damaskus, Israel menyiagakan kota Haifa di perbatasan dengan Suriah.

Kantor berita FNA -sebagaimana dikutip Irib (31/01/13)- melaporkan, serangan jet tempur Israel itu telah dibenarkan oleh militer Suriah. Namun hingga kini belum ada reaksi dari militer Suriah.

Israel telah menempatkan rudal-rudalnya di Haifa di wilayah dekat perbatasan Suriah, langkah yang menurut klaim rezim Zionis adalah kebijakan rutin.

Pada hari yang sama, juru bicara Militer Israel mengkonfirmasikan bahwa dua baterai dari sistem rudal Iron Dome telah ditempatkan di wilayah Haifa.

Jet Tempur Israel Lakukan Serangan Udara ke Suriah

8:29 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
Jet Tempur Israel Lakukan Serangan Udara ke Suriah
Pemerintah Suriah menyatakan bahwa jet-jet tempur Israel menyerang sebuah pusat penelitian militer di Jamraya, barat laut Damaskus.

IRNA:(DM) - , sebegaimana dilansir kantor berita Irib, melaporkan dari Damaskus, militer Suriah mengumumkan bahwa jet-jet tempur rezim Zionis telah membom salah satu pusat riset militer untuk kepentingan peningkatan kemampuan pertahanan negara di pinggiran Ibukota Damaskus.

Komando Pusat Militer Suriah dalam rilisnya menyebutkan bahwa pesawat tempur Israel pada menginfiltrasi wilayah udara Suriah dan menyerang sebuah pusat riset militer.

"Israel melalui kerjasama dengan negara-negara penentang Suriah, telah menugaskan agen-agenya untuk menyerang obyek-obyek vital pemerintah dan mengisolasi dukungan negara ini kepada muqawama Palestina," tambahnya.

Wakil KSAD Diminta Amankan Pembelian Alutsista

7:41 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
Wakil KSAD Diminta Amankan Pembelian Alutsista

JAKARTA:(DM) -- KSAD Jenderal Pramono Edhie Prabowo mengungkap alasan mutasi Wakil KSAD Letjen Budiman menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Budiman bakal menggantikan Marsdya Eris Erryanto yang ditarik sebagai perwira tinggi Mabes TNI.

Menurut Pramono, selain untuk menyempurnakan pengabdian institusi, juga diserahi mandat mengamankan pembelian alutsista. Selama ini, pihaknya menunjuk Budiman sebagai ketua delegasi tim Mabes TNI AD dalam setiap pembelian alutsista dari dalam negeri.

"Beliau berpindah itu strategi pengamanan pelaksaan pembelian alutsista. Apakah salah digeser ke Kemenhan?" tanya Pramono di Mabes TNI AD, Kamis (31/1).

Pesawat Tempur Tua F-5 Tiger TNI AU Terbang Kembali

7:33 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
MADIUN:(DM) Setelah 10 bulan, menjalani perawatan akhirnya pesawat tempur F-5 Tiger II Skadron Udara 14 Lanud Iswahjudi dapat terbang kembali. Pesawat ini sempat digrounded sejak tahun 2012 lalu.

F-5 Tiger merupakan pesawat yang tergolong tua. Si Macan ini mulai memperkuat TNI AU sejak tahun 1980. Jika dihitung, pesawat produksi Northrop Co, Amerika Serikat ini sudah 30 tahun menjaga udara RI.

Pesawat dinyatakan layak terbang setelah menjalani tes flight oleh Komandan Skadron Udara 14 Mayor Pnb M Nurdin, Kamis (31/1). Demikian keterangan pers dari Pentak Lanud Iswahjudi.

Kasak-kusuk di Rapim TNI 2013

7:28 PM Posted by Ikh Sanudin No comments

ARC:(DM) - Rapat Pimpinan TNI tahun 2013 baru saja usai, dan dilanjutkan dengan Rapat Pimpinan masing-masing Angkatan. Pada ajang rapat kali ini kembali ditampilkan berbagai alutsista kreasi anak bangsa. Total sebanyak 38 perusahaan dan Instansi memamerkan inovasi dan karya mereka. Apa saja kah yang menarik? simak hasil kasak-kusuk ARC berikut ini.




Di lapangan, terlihat panser, kendaraan taktis, perahu karet dan lain sebagainya. Salah satu yang menarik perhatian ARC adalah booth milik Boogie. Menarik karena tampaknya Boogie yang dikenal sebagai produsen peralatan mendaki tampaknya berupaya merambah ranah militer. Sesuai dengan kemampuannya, Boogie memamerkan perahu karet. Selain perahu karet biasa, Boogie juga berinovasi menelurkan Katamaran tempur dan Kano.

The Last Flight: N-250 (by WH)

2:14 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
n250-IPTN.jpg
JKGR:(DM) - Kisah perjalanan hidup seseorang yang terlibat langsung dalam sebuah industri strategis di negara ini, merupakan informasi yang mahal sekaligus memberikan perspektif tersendiri, yang susah kita dapatkan dari tulisan-tulisan berita formal. Hal ini karena si penulis bagian langsung dari peristiwa,  sehingga informasinya lebih berwarna. Istilahnya “roh” tulisannya, bisa kita dapatkan dengan terang.
Berikut cuplikan kisah dari rekan kita WH, yang aktif  dalam berbagi informasi dan berdiskusi:

Perjalanan N-250 dan N-2130
Hampir 20-an tahun yang lalu, saya terlibat dalam desain N-250 dan N-2130 (sekelas Boeing 737). Just sharing dan agak menyimpang sedikit.  Dalam setiap rancang bangun pesawat, yang paling rumit dan mahal adalah desain sayap. Benda ini harus tipis tetapi harus mampu menghasilkan gaya angkat yang dibutuhkan. Kuat tapi ringan untuk menahan seluruh berat pesawat dan di dalamnya harus cukup volume untuk fuel dan sistem terutama flight control — hal hal kontradiktif yg selalu bikin pertengkaran antar Departemen. Desain sayap N-2130 sudah sampai iterasi pertama pengujian 2 dimensi di terowongan angin transonik di Perancis.

Iran Produksi Massal Sistem Rudal Ya Zahra dan Mersad

2:06 PM Posted by Ikh Sanudin No comments

Sistem rudal pertahanan udara Ya Zahra
Uji coba sistem rudal pertahanan udara Ya Zahra, Rabu, 14 November 2012 (Foto:presstv.ir)
TEHERAN:(DM) - Lini produksi dari sistem rudal jarak pendek baru "Ya Zahra" yang diproduksi dalam negeri Iran telah diresmikan. Selain itu, produksi massal sistem rudal Mersad telah dikirim ke Pangkalan Pertahanan Udara Khatam-ol-Anbiya (Khatamul Anbiya), Iran.
Menteri Pertahanan Iran Ahmad Vahidi yang menghadiri upacara peresmian tersebut, memberikan penjelasan kepada Press TV mengenai fitur baru sistem rudal pertahanan udara mobile (bergerak) Ya Zahra, dengan mengatakan, "Senjata ini memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi, melacak, dan menghancurkan target udara, seperti berbagai jenis pesawat, helikopter, dan UAV (pesawat tak berawak) dalam jarak dekat."
Vahidi melanjutkan, sistem rudal Ya Zahra terhubung dengan jaringan terpadu pertahanan negara dan dapat digunakan di mana saja dan melaksanakan misinya secara efektif. Diproduksi oleh Organisasi Industri Pertahanan Iran (IDIO), Ya Zahra adalah sistem rudal jarak pendek yang dirancang untuk meningkatkan pertahanan Iran terhadap berbagai ancaman di ketinggian rendah.

Radar Maritim Indonesia Belum Terintegarsi Penuh

12:59 PM Posted by Ikh Sanudin No comments

 
JAKARTA-(DM) : Radar-radar pemantau keamanan laut Indonesia belum teritegrasi penuh. Hal ini mengakibatkan tingginya potensi pelanggaran hukum di laut maupun pelanggaran kedaulatan.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto yang juga Ketua Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) mengatakan, stakeholder Bakorkamla telah memiliki radar untuk memantau aktivitas pelayaran di laut.

"Tapi belum sepenuhnya terintegrasi baik,"kata Djoko Suyanto usai rapat pleno Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) di Jakarta, Rabu (30/1).

Idealnya, radar-radar itu terintegrasi sehingga data yang dihasilkan bisa diakses dalam satu pusat data yang berada di Bakorkamla. Saat ini baru beberapa informasi keamanan laut yang terintegrasi di pusat pengendali operasi Bakorkamla. Misalnya, dari TNI AL, KKP, Kemenhub, dan BMKG. "Idealnya semua. Kami lakukan bertahap karena Bakorkamla usianya juga baru 5 tahun,"ujarnya.

30 January 2013

Jepang Pastikan Pengiriman Pasukan Khusus ke Wilayah Sengketa

10:11 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
TOKYO(DM) - Media massa Jepang mengkonfirmasikan keputusan pemerintah Tokyo untuk menempatkan pasukan khusus dan penambahan peningkatan kontrol negara ini terhadap wilayah yang disengketakan dengan Cina.

FNA mengutip Xinhua (30/1) melaporkan, media massa Jepang menyebutkan, penempatan pasukan khusus itu dalam rangka meningkatkan kontrol maritim terhadap wilayah yang dipersengketakan dengan Cina.

Pasukan penjaga pantai Jepang secara resmi mengkonfirmasikan pengerahan sebuah pasukan khusus yang terdiri dari 12 armada patroli bersama dengan 600 pasukan militer khusus untuk meningkatkan kontrol di wilayah perairan sengketa dengan Cina hingga tahun 2015.

Pasukan penjaga pantai Jepang juga meminta alokasi bujet untuk membeli 20 armada kapal dan 13 jet tempur dalam tahun anggaran 2013. Pemerintah Tokyo menyetujui permintaan tersebut.

Siap Hadapi Kondisi Terburuk, Pasdaran Iran Gelar Latihan Perang

10:06 PM Posted by Ikh Sanudin No comments

TEHERAN(DM) - Pasukan Garda Revolusi Islam Iran, (IRGC), menggelar latihan perang di Teluk Persia selama tiga hari. Manuver militer Pasdaran dengan sandi "Fath 91 (Kemenangan 91)" itu dimulai hari Rabu, 30 Januari.

Kantor berita Farsnews hari ini melaporkan, latihan perang IRGC ini digelar untuk menghadapi kondisi krisis dan ancaman berbahaya yang datang tiba-tiba.

Manuver militer kali ini juga untuk meningkatkan kordinasi antarangkatan bersenjata di lapangan dalam menghadapi kemungkinan serangan musuh.

Latihan perang "Fath 91" sekaligus menguji kemajuan teknis personil angkatan laut dari regu penyelam hingga tim penembak.

"Kekuatan akan dibagi dua kategori, bagian timur dan barat. Bagian pertama akan mulai diuji hari ini, " tutur Laksamana Bakhiarvand, Rabu (30/1).

SPR-550 Anti Materiel-Anti Personel

10:04 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
SPR-550
Senapan Kaliber-50, Anti Materiel – Anti Personel

Nama : SPR-550
Asal : Indonesia
Amunisi : 12,7mm X 99mm (50 BMG)
Sistem operasi : Rotating Bolt Action - Manual
Isi magasin : 5 butir peluru

BANDUNG:(DM) - SPR-550, dengan desain minimalis & fungsional merupakan senjata laras panjang portable bullpup kaliber-50 dengan konsep perpaduan antara teknologi digital dengan mekanisme konvensional

Hore, Batalyon Armed Akan Punya Alutsista Baru

9:42 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
PURWAKARTA:(DM) -  – Tahun ini, Resimen Armed 2/1 Kostrad rencananya akan mengganti alat utama sistem persenjataan (Alutsista) jadul dengan persenjataan yang lebih canggih. Salah satunya, Alutsista yang ada di lingkungan Batalyon Armed Pasopati 9 Purwakarta.

Pasalnya, artileri yang ada terutama yang terdapat di tiga Batalyon Armed dinilai sudah usang dan harus segera disesuaikan dengan perkembangan teknologi. Bila tak ada aral melintang, dalam waktu dekat Batalyon ini akan mendapatkan Alutsista berbentuk roket yang diimpor dari Brazil.

Komandan Resimen Armed 2/1Kostrad, Kolonel Arm Mohamad Naudi Nurdika mengaku, saat ini Alutsista yang dimiliki tiga Batalyon dibawah struktur Resimen Armed 2/1 Kostrad, masing-masing Yon Armed 9 Pasopati, Yon Armed 10 Brajamusti, dan Yon Armed 13 Nanggala, adalah berjenis meriam 105 mm-M101A1 buatan Amerika tahun 1942, dan meriam 76/GN buatan Yugoslavia dengan tahun pembuatan 1949.

Bom 250 Kilogram Siap Dijatuhkan di Lumajang

9:32 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
JAKARTA:(DM) –Bom seberat 250 kilogram karya Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI AU akan dijatuhkan di air weapon ring (AWR) Pandanwangi, Lumajang, Jawa Timur, Kamis (31/1/2013).

Pengeboman dari pesawat F16/Fighting Falcon itu bagian dari uji coba bom blast effect antipersonel. Karakter bom jenis ini saat menyentuh sasaran akan meledak dan pecahan cangkangnya menyebar mengenai sasaran.

Sedianya pesawat pengebom dari skuadron 3 Lanud Iswahjudi saat uji coba akan terbang dari Magetan menuju Lumajang atau ke arah timur.

Kadislitbangau, Marsma TNI Edy Yuwono, mengatakan uji coba ini bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap alat utama sistem persenjataan luar negeri. “Dengan ketersediaan alutsista produksi dalam negeri yang memadai maka kemampuan operasional TNI Angkatan Udara dapat terlaksana dengan baik,” jelas Edy Yowono dalam keterangan pers, Rabu (30/1).

Menhan targetkan 2 tahun militer Indonesia bakal garang

9:23 PM Posted by Ikh Sanudin No comments


Menhan targetkan 2 tahun militer Indonesia bakal garang

JAKARTA:(DM) - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro optimis target optimalisasi sistem pertahanan Indonesia (Minimum Essential Force) rampung dua tahun lagi. Optimisme Purnomo terlontar setelah meninjau pameran produk industri alat utama sistem senjata (alutsista) di Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur.

Purnomo bangga melihat perkembangan cepat produsen alutsista di Tanah Air. "Kita punya waktu dua tahun penyehatan dan restrukturisasi berdasarkan undang-undang pertahanan. Setelah lihat ini, saya optimis bisa dilakukan," kata Purnomo usai mengunjungi stand pameran alutsista, Cilangkap Jakarta Timur, Selasa (29/1).

Minimum Essential Force (MEF) merupakan amanat pembangunan pertahanan dan keamanan Indonesia yang didasarkan pada RPJMN 2010-2014, sesuai Peraturan Presiden Nomor 5 tahun 2010.

AS Bangun Pangkalan "Drone"

9:03 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
AS Bangun Pangkalan "Drone"Warga Timbuktu menyambut gembira kedatangan pasukan Perancis di kota tersebut, Senin (28/1). Dengan dukungan helikopter dan pasukan terjun payung Perancis, tentara Mali berhasil masuk Timbuktu, mengusir kelompok separatis Ansar Dine yang telah menduduki kota kuno di Mali utara itu selama hampir 10 bulan.

 WASHINGTON:(DM) - Militer Amerika Serikat berencana membangun pangkalan khusus bagi pesawat pengintai tanpa awak (drone) di Niger. Langkah itu guna memperketat pengawasan terhadap jaringan Al Qaeda yang kian nyata mengancam keamanan kawasan Afrika Utara dan dunia.

Rencana AS diungkapkan oleh seorang pejabat Pentagon, Senin (28/1). Menurut dia, pangkalan pesawat tanpa awak (UAV) itu akan dibangun di Niger barat, dekat perbatasan dengan Mali.

Di Mali, militer asing pimpinan Perancis sedang berperang melawan gerakan separatis Ansar Dine, yang merupakan milisi binaan jaringan Al Qaeda di Afrika Utara (AQIM).

Niat AS mendirikan basis UAV di Afrika Barat itu dirilis pertama kali oleh harian The New York Times, Senin pagi.

USS Freedom Diberangkatkan ke Singapura Maret 2013

9:00 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
USS Freedom Diberangkatkan ke Singapura Maret 2013
Kapal perang USS Freedom (LCS-1) milik US Navy yang akan dikirim ke Singapura, Maret mendatang.

WASHINGTON DC:(DM) — Kapal perang terbaru milik Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) dari jenis kapal tempur pantai (LCS), USS Freedom, dijadwalkan berangkat menuju Singapura, Maret mendatang.

Kapal itu selanjutnya menjalankan tugas penempatan selama delapan bulan sebagai bagian dari kebijakan pivot AS untuk memusatkan kembali fokus militernya ke kawasan Asia Pasifik.
Demikian diungkapkan Komandan Pasukan Kapal Permukaan US Navy Laksamana Madya Tom Coperman awal Januari lalu, seperti dikutip majalah pertahanan IHS Jane's Defence Weekly.
Menurut Coperman, penempatan pertama USS Freedom di Singapura ini sekaligus menjadi ajang uji coba kapal jenis baru itu di medan sesungguhnya.

Gemuruh Super Tucano di Langit Malang Raya

8:49 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
MALANG:(DM) - DALAM waktu seminggu ini langit Malang Raya diwarnai gemuruh pesawat Super Tucano yang tengah melaksanakan operasi Latihan Terbang Malam. Bagi setiap Pilot terutama Pilot Tempur, kemampuan dan keahlian terbang malam harus betul-betul dikuasai dengan baik. Hal ini terkait dengan keberadaan Penerbang Tempur yang harus siaga setiap saat menerima tugas Pimpinan Atas untuk mengamankan wilayah NKRI.

Perintah Komando Atas ini tidak selalu diberikan pada siang hari, akan tetapi bila tengah malam perintah itu diturunkan, maka para Penerbang yang bertugas mengawal wilayah Dirgantara Nasional tersebut harus siap melaksanakan tugasnya. Oleh karenanya operasi Latihan Terbang Malam ini menjadi penting dan harus dilaksanakan dengan serius tanpa mengabaikan safety factor.

Demi Pacu Produksi, Pemerintah Diharapkan Beri Fasilitas Khusus Akses Kredit

8:46 PM Posted by Ikh Sanudin No comments

Bom P100 (Formil Kaskus)
JAKARTA:(DM) - | Pelaku industri pertahanan berharap pemerintah memberi kemudahan akses kredit menyusul disahkannya UU Industri Pertahanan.

Direktur Utama PT Sari Bahari, Ricky Hendrik Egam, menilai kemudahan kredit perbankan penting untuk meningkatkan kapasitas produksi. Selama ini belum ada skema kredit khusus bagi industri pertahanan. “Skema khusus misalnya keringanan untuk modal,” jelasnya, Rabu (30/1/2013).

Sari Bahari merupakan satu-satunya perusahaan di Indonesia yang telah memasarkan bom ke luar negeri. Februari tahun ini, sebanyak 3.000 hulu ledak roket karya perusahaan yang berbasis di Malang itu diekspor ke Republik Chile. Capaian itu didapati setelah memenangi tender yang diikuti 43 negara.

Ricky mengaku untuk memproduksi bom itu pihaknya baru bisa mengakses kredit perbankan senilai Rp 2 miliar dari BNI. Idealnya nilai untuk pengembangan pembuatan bom perlu lebih dari Rp 20 miliar. “Kami mengajukan kredit itupun harus menyertakan jaminan seperti umumnya. Seharusnya ada skema khusus,” tegas pria yang sudah 10 tahun lebih menjadi rekanan PT Pindad.

Menunggu F-35, Australia Beli 24 Super Hornet

8:40 PM Posted by Ikh Sanudin No comments

F/A-18 Super Hornet Australia
F/A-18F Super Hornet RAAF terbang menuju Brisbane. Australia akan membeli 24 F/A-18F Super Hornets Blok II untuk menjembatani kemampuan tempur udara selama masa transisi ke Fighter F-35 Joint Strike. (Foto:RAAF)
SYDNEY:(DM) - Australia hampir dipastikan akan membeli 24 pesawat tempur Super Hornet baru dengan total biaya USD 2 milyar untuk mengisi kesenjangan di pertahanan udara yang disebabkan delay pembelian F-35 Joint Strike Fighter (JSF). Berdasarkan bocoran draf dari anggaran pertahanan Australia 2013, Australia akan membeli 2 Lockheed Martin F-35 pada tahun 2020. Penantian yang panjang ini membuat pemerintah Australia perlu untuk membeli pesawat Boeing F/A-18F Super Hornet, yang harganya memang jauh lebih murah namun berteknologi lebih tua dari F-35 dan tidak memiliki fitur siluman.

Berdasarkan draf anggaran pertahanan Australia 2013, pada akhir dekade ini, ADF (Australian Defence Force) akan menerima tiga air warfare destroyer, dua helikopter dok kapal amfibi dan dua (awal) pesawat F-35A JSF,"  Sementara beralih ke pesawat Super Hornet, hal ini tidak akan menguras anggaran pertahanan, karena harga Super Hornet USD 40 juta lebih murah dari F-35 JSF.

Super Tucano Latihan Terbang Malam

8:35 PM Posted by Ikh Sanudin No comments

(Foto: Pentak Lanud Abd. Saleh)
MALANG:(DM) -  Dalam waktu seminggu ini langit Malang Raya diwarnai gemuruh pesawat Super Tucano yang tengah melaksanakan operasi Latihan Terbang Malam. Bagi setiap Pilot terutama Pilot Tempur, kemampuan dan keahlian terbang malam harus betul-betul dikuasai dengan baik. Hal ini terkait dengan keberadaan Penerbang Tempur yang harus siaga setiap saat menerima tugas Pimpinan Atas untuk mengamankan wilayah NKRI. Rabu, (30/1).

Perintah Komando Atas ini tidak selalu diberikan pada siang hari, akan tetapi bila tengah malam perintah itu diturunkan, maka para Penerbang yang bertugas mengawal wilayah Dirgantara Nasional tersebut harus siap melaksanakan tugasnya. Oleh karenanya operasi Latihan Terbang Malam ini menjadi penting dan harus dilaksanakan dengan serius tanpa mengabaikan safety factor.

Panglima: Persenjataan TNI tak kalah dengan negara lain

8:29 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
Panglima: Persenjataan TNI tak kalah dengan negara lain
JAKARTA:(DM) - Memanasnya hubungan sejumlah negara di kawasan Asia, seperti soal rudal jelajah Korea Utara dan memanasnya hubungan bilateral Jepang dan China, mendorong TNI senantiasa mengedepankan diplomasi untuk menyelesaikan setiap persoalan.

"Dalam hal lain, kekuatan diplomasi untuk menjaga," kata Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono saat konfrensi pers Rapat Pimpinan (Rapim) TNI di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (29/1).

Salah satu usaha Agus untuk mempengaruhi penerapan diplomasi kepada negara lain, adalah memanfaatkan forum panglima se-ASEAN.
Forum tersebut merupakan salah satu forum para petinggi militer di ASEAN, dengan tujuan utama sebagai upaya menjaga stabilitas keamanan tiap negara.

2012 TNI Habiskan Anggaran Sebesar Rp 53,2 Triliun Untuk Modernisasi Alutsista

8:26 PM Posted by Ikh Sanudin No comments

JAKARTA-(DM) : Sepanjang 2012, TNI telah menghabiskan dana sebesar Rp 53,2 triliun untuk menunjang tugas pokok TNI, yaitu menjaga kedaulatan dan kesatuan NKRI. Uang triliunan itu untuk membeli alutsista.

"Dari total anggaran TNI yang telah ditetapkan sebesar Rp 53.536.392.350.000, telah dapat terserap sebesar Rp 53.265.355.119.000, atau terserap 99,49 persen," kata Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono saat konferensi pers Rapat Pimpinan TNI di Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (29/1).

Menurut Agus, dengan anggaran yang telah digunakan, TNI berhasil melaksanakan pembangunan kekuatan dan kemampuan sesuai dengan rancangan dalam program minimum essential force (MEF).

Maritim Indonesia Bernilasi Sangay Strategis

8:23 PM Posted by Ikh Sanudin No comments

JAKARTA-(DM) : Indonesia dipandang memiliki posisi maritim yang strategis bagi lalu lintas perdagangan dan pelayaran global. Itulah sebabnya sejumlah negara maju, termasuk AS, berkepentingan menjalin kerjasama maritim dengan Indonesia.

Demikian menurut perwira angkatan laut, baik dari Indonesia dan Amerika Serikat, serta seorang diplomat senior AS dalam suatu diskusi di Jakarta, Selasa, 29 Januari 2013. Diskusi terbatas itu memaparkan upaya memperluas dan memperkuat Kemitraan Keamanan AS dan Indonesia, terutama dalam Kerjasama Maritim.

Kolonel Laut Judijanto, perwira dari Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut (Seskoal), menyatakan bahwa Indonesia memegang posisi yang sangat penting bagi banyak negara, mengingat letaknya di antara dua lautan besar. "Wilayah kita ibarat pusat gravitasi keamanan maritim. Itulah sebabnya banyak negara yang ingin meningkatkan kerjasama yang lebih baik dengan Indonesia," kata Judijanto.

Perlombaan Industri Alutsista Dalam Negeri

8:21 PM Posted by Ikh Sanudin No comments

JAKARTA-(DM) : Perkembangan produsen alat utama sistem senjata (alutsista) dalam negeri tumbuh subur. Ibarat jamur tumbuh di musim hujan, para produsen berlomba untuk menguasai pangsa pasar militer.

Sebut saja Pindad, sudah tak terhitung lagi jumlah alutsista yang diproduksi. Mulai dari peluru, bom peledak, hingga kendaraan berat perang.

"Ini BTN (Bom Tajam Nasional) 250, standar rusia untuk Sukhoi. Dan ini BT (Bom Tajam) 250 standar Nato biasa digunakan untuk F16,F5," kata staf Bagian Penelitian dan Pengembangan (Litbang) PT Pindad Bambang S saat static show alat peralatan pertahanan (Alpalhan) di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur.

Tawaran Baru Dalam Rapim TNI 2013

8:19 PM Posted by Ikh Sanudin No comments

JAKARTA-(DM) : Dalam ajang pameran alutsista yang diselengarakan di area Mabes TNI bersamaan dengan Rapim TNI 2013, ada sesuatu yang menarik karena baru telihat dan muncul di pameran kali ini.  Walau masih baru ditawarkan ke TNI, alutsista yang cocok digunakan untuk korps pasukan katak TNI AL ini cukup menarik perhatian. 

PT. Elmas Viana Djaja membawa 3 kendaraan khusus dalam pameran ini, yaitu Arnawama, Titah Hitam RI-1 dan Ganendra RI-1. Mengadopsi tekhnologi dari Belanda dan akan di produksi di Indonesia, sebuah lokasi di Cilegon telah disediakan untuk proses produksi. Berikut sekilas kemampuan yang di tawarkan dari masing-masing  kendaraan khusus tersebut:

TNI AL Optimalkan Radar Amankan Pulau Terluar

8:15 PM Posted by Ikh Sanudin No comments

KEPRI-(DM) : Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, mengoptimalkan Satuan Radar Leho di Kecamatan Tebing untuk memantau lalu lintas kapal di pulau terdepan, Takong Hiu dan Karimun Anak.

"Satuan Radar Leho merupakan unjung tombak dalam mengamati dan mendeteksi kapal-kapal asing yang melanggar perbatasan di dua pulau terluar Karimun," kata Komandan Lanal Tanjung Balai Karimun Letkol Laut (P) Sawa dalam Seminar Wawasan Kebangsaan dengan tema "Menjalin Silaturahim Elemen Kelompok Bangsa dalam Upaya Memperkuat NKRI di Wilayah Perbatasan Karimun-Kepri", Senin.

Seminar itu digelar Komunitas Merah Putih bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Karimun di Gedung Nasional Tanjung Balai Karimun.

Radar di Leho, kata dia, memiliki kemampuan untuk mendeteksi setiap kapal yang melintas di perairan Selat Malaka, Selat Durian dan Selat Philips yang berbatasan dengan Singapura.

TNI Cermati Perkembangan Kawasan

12:50 AM Posted by Ikh Sanudin No comments
JAKARTA:(DM) - TNI menetapkan garisan strateginya ke depan dengan mencermati perkembangan di kawasan untuk melindungi kepentingan nasional. Secara umum, hal itu diterjemahkan berupa ancaman simetris dan asimetris.

"Ancaman asimetris tidak bisa dibatasi pada bentuk organisasi aktor pelaku namun juga meliputi persenjataan, kekuatan, dan moral aktor pelakunya," kata Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono, saat membuka Rapat Pimpinan TNI 2013, di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa pagi.

Rapat pimpinan diikuti 165 peserta, termasuk Kepala Staf TNI AL, Laksamana Madya TNI Marsetio, Wakil Kepala Staf TNI AD, Letnan Jenderal TNI Budiman, dan Kepala TNI AU, Marsekal Madya TNI I Putu Dunia. Seluruh komandan utama dan badan pelaksana pusat TNI serta matra TNI juga hadir.

Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, memberi kata pembukaan sekaligus meninjau pameran statik kesenjataan TNI. TNI juga tengah menyegarkan dan melengkapi kesenjataannya untuk kepentingan nasional.

TNI Habiskan Rp 53,2 Triliun untuk Alutsista

12:47 AM Posted by Ikh Sanudin No comments

155 mm Caesar (Foto ARC)
JAKARTA:(DM) - Sepanjang 2012, TNI telah menghabiskan dana sebesar Rp 53,2 triliun untuk menunjang tugas pokok TNI, yaitu menjaga kedaulatan dan kesatuan NKRI. Uang triliunan itu untuk membeli alutsista.

"Dari total anggaran TNI yang telah ditetapkan sebesar Rp 53.536.392.350.000, telah dapat terserap sebesar Rp 53.265.355.119.000, atau terserap 99,49 persen," kata Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono saat konferensi pers Rapat Pimpinan TNI di Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (29/1).

Menurut Agus, dengan anggaran yang telah digunakan, TNI berhasil melaksanakan pembangunan kekuatan dan kemampuan sesuai dengan rancangan dalam program minimum essential force (MEF).

Oldies…Yet Still Goodies, SP-1 Reborn

12:45 AM Posted by Ikh Sanudin No comments

ARC:(DM) - Rupanya bagi Pindad tidak hanya tembang lawas yang membangkitkan kenangan. Sang veteran Perang tua SP-1 dibangkitkan kembali dengan sejumlah perubahan yang membuatnya sesuai untuk pertempuran abad ke-21.

Setidaknya semangat ini yang meruap saat ARC datang ke Rapim TNI di Cilangkap. Seperti biasa, sejumlah alutsista hasil riset nampak dipamerkan. Berbeda dengan Rapimnas beberrapa tahun lalu dimana Pindad menyajikan SS-4 battle rifle yang mengadopsi munisi 7,62x51mm NATO, tahun ini Pindad kembali membangkitkan salah satu produk lawasnya ke dalam wujud yang baru.

SS-4 sudah tak ditampilkan, walau Pindad tak memberi alasan. ARC sendiri meyakini bahwa bobot senjata yang kelewat berat menyebabkan SS-4 menjadi tidak diminati. Produk senjata sejenis buatan Negara lain seperti Mk17 Mod 0 SCAR dan Beretta ARX-200 sudah menampilkan receiver bawah yang terbuat dari polimer. Jujur untuk teknologi polimer Pindad memang ketinggalan, jadi untuk sementara SS-4 memang harus kembali ke meja desain.

Pameran Alutsista di Rapim TNI 2013

12:42 AM Posted by Ikh Sanudin No comments

 
ARC:(DM) - Seusai rapim Kemhan, satu even yang ditunggu-tunggu military fan boys seperti ARC'ers adalah Rapim TNI. Seperti sudah mentradisi, Rapim TNI yang berlangsung mulai tanggal 29 Januari 2013 ini juga memamerkan berbagai alutsista bikinan dalam negeri.

Langganan utama pameran tak lain adalah BUMNIS pertahanan seperti Pindad, PT.DI, PT.PAL serta PT.DKB. Tidak ketinggalan dinas penelitian masing-masing angkatan serta Balitbang Kemhan. Berbagai perusahaan swasta juga ikut tampil. 
 

TNI Optimistis MEF Capai 38%

12:39 AM Posted by Ikh Sanudin No comments
Kapal Cepat Rudal 40 - KRI Clurit 641 TNI-AL
JAKARTA:(DM) - | Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono optimistis target kekuatan pokok minimal (minimum essential forces/MEF) sebesar 38 persen dapat tercapai pada 2014, sedangkan pada 2013 ini ditargetkan tercapai 30 persen.

"Saya optimistis bisa tercapai, jika konsisten terhadap pembangunan yang sudah dibuat dalam 'blueprint' pertahanan," kata Panglima TNI dalam acara konferensi pers di sela-sela Rapat Pimpinan TNI 2013 di Mabes TNI, Jakarta, Selasa.

Pasalnya, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Menteri Keuangan Agus Martowardojo juga meminta agar angka 38 persen bisa tercapai pada akhir masa Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II ini.

Angka 30 persen MEF yang ditargetkan TNI, meliputi bidang organisasi, personel, logistik, sistem dan doktrin, serta anggaran. "Ya, kami berharap rata-rata mencapai 30 persen di semua bidang itu," kata Agus.

Era Baru Rudal Indonesia

12:37 AM Posted by Ikh Sanudin No comments
c-705-launch
 
JKGR:(DM) - Indonesia akhirnya bergerak maju untuk menyongsong industri peluru kendali dalam negeri. Kerjasama pembuatan Rudal C-705 dengan China, sempat  membuat kepala para petinggi Dephan pening, karena tuntutan China cukup tinggi, jika Indonesia ingin memperoleh ToT-nya (transfer of technology).
Namun persoalan ini akhirnya terselesaikan, walau persyaratannya cukup berat.

(Senin, 28 Januari 2013). TEMPO.COJakarta - TNI Angkatan Laut akan menggunakan rudal C-705 asal Cina pada kapal cepat rudal (KCR) buatan dalam negeri.Rencananya, sebanyak 16 kapal perang KCR-40 buatan pabrik kapal di Batam, PT Palindo Marine, bakal dilengkapi dengan peluru kendali tersebut.

“Kontrak sudah diteken, rudal diperkirakan tiba pada tahun 2014,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama, Untung Suropati, kepada Tempo, Senin, 28 Januari 2013. 

29 January 2013

Situasi Perbatasan Indonesia-Timor Leste Memanas

3:48 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
Situasi Perbatasan Indonesia-Timor Leste Memanas  
 Perbatasan Timor Leste. Tempo/Jhon Seo
KUPANG:(DM) - - Situasi di perbatasan Indonesia dan Timor Leste di Distrik Oecusse, yang berbatasan dengan Desa Haumeni Ana, Kecamatan Bikomi Naiulat, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali memanas. Pasalnya, Timor Leste dinilai melanggar sumpah adat yang telah disepakati bersama.

Camat Bikomi Nilulat, Ludovikus Lake, mengatakan, warga Pasabe, Distrik Timor Leste, telah melanggar kesepakatan yang dibuat bersama pada 19 November 2011 lalu terkait dengan zona netral di titik perbatasan yang belum terselesaikan. "Mereka telah melanggar kesepakatan yang telah dibuat bersama, sehingga warga Haumeni Ana marah," katanya ketika dihubungi Tempo dari Kupang, Selasa, 29 Januari 2013.

Warga Pasabe, Timor Leste, menurut dia, telah melakukan aktivitas pertanian di atas lahan yang berada di zona bebas, yakni di Desa Sunkaen dan Nenaban, Kecamatan Haumenei Ana. Karena itu, warga di perbatasan mengancam akan menebang seluruh tanaman pertanian itu karena berada di zona bebas. "Warga Timor Leste telah melakukan aktivitas di zona tersebut. Itu yang sangat disesalkan," katanya.

Alutsista TNI Membaik Tiga Tahun Kedepan

3:33 PM Posted by Ikh Sanudin No comments

Rapim TNI 2013 dimaksudkan sebagai sarana komunikasi bertukar informasi para pimpinan agar tercapai satu tujuan, tindakan serta evaluasi program kerja kinerja organisasi TNI. 

JAKARTA:(DM) | Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro optimis penyehatan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) Indonesia akan membaik paling lambat dalam jangka waktu tiga tahun kedepan. Penyehatan alutsista dilakukan berdasarkan Undang-undang (UU) Industri Pertahanan Negara.

"Penyehatan akan dilakukan berdasarkan Industri pertahanan dan akan kita lakukan dalam waktu tiga tahun. Saya optimis semua itu akan bisa kita lakukan," kata Purnomo Yusgiantoro, sesaat setelah menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) TNI 2013 di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (29/1).

Untuk mencapai semua itu, Purnomo berharap adanya kesatuan persepsi dari seluruh pimpinan TNI dalam pelaksanaan tugas 2013. Dengan demikian, penguatan alutsista dapat berjalan sesuai dengan arah kebijakan dan mendapat hasil yang optimal.

Indonesia - Jepang Jalin Kerjasama Militer

3:31 PM Posted by Ikh Sanudin No comments

Lima hal utama kerja sama militer RI dan Jepang yaitu pendidikan dan latihan (diklat), SDM, industri pertahanan, penanganan terorisme, dan manajemen penanggulangan bencana. 

ASEAN Defense Ministers' Meeting di Kamboja
JAKARTA:(DM) - Pemerintah RI dan Jepang menjalin kerjasama di bidang militer. Kerjasama ini diwujudkan melalui sinergi antara TNI Angkatan Darat dan Pasukan Beladiri Jepang.
"Kalau dulu kerja sama Indonesia dan Jepang itu banyak kepada bidang ekonomi, tapi sekarang dalam pemerintahannya mereka juga menekankan kerja sama di bidang militer," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, usai mendampingi Presiden SBY menerima Kepala Staf Pasukan Beladiri Jepang atau Japan Grounds Self Defense Force (JGSDF) Eji Kamizuka, di Kantor Presiden, Selasa (29/1).

Dalam kerja sama militer tersebut, Presiden SBY, papar Purnomo menekankan lima hal utama, yakni pendidikan dan latihan (diklat), SDM, industri pertahanan, penanganan terorisme, dan manajemen penanggulangan bencana.

Seperti diketahui, setelah Perang Dunia II, konstitusi Jepang melarang memperkuat angkatan bersenjatanya. Angkatan besenjatan mereka disebut sebagai Pasukan Beladiri. Tapi melihat situasi yang terjadi di Laut China Selatan, juga hubungan Jepang dan Korea serta Rusia, mereka mulai terbuka untuk mengembangkan armadanya.

Dewan Pastikan Pembelian Rudal C-705

3:26 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
Rudal C-705 dari China akan dipasang di KCR-40 (photo : Palindo)

Rudal Cina Akan Dikembangkan di Indonesia

JAKARTA:(DM) - Dewan Perwakilan Rakyat memastikan adanya pengembangan rudal C-705 asal Cina di Indonesia. Peluru kendali yang akan dipasang di kapal cepat rudal tipe 40 produksi lokal itu diharapkan bisa diproduksi dalam negeri secepatnya.

"Untuk tahap pertama kita akan beli dulu dari Cina," kata Wakil Ketua Komisi Pertahanan Tubagus Hasanudin kepada Tempo, Senin, 28 Januari 2013. Setelah membeli beberapa unit peluru kendali, Cina dan Indonesia akan melakukan produksi bersama rudal tersebut.

Kontrak pembelian misil asal Cina ini, kata Hasanudin, sudah ditandatangani dan disetujui oleh DPR. "Tapi saya lupa kapan dan berapa nilainya," ujar dia.

Indonesia Berguru Ke Korea Selatan Untuk Kemajuan Iptek Dalam Negeri

3:23 PM Posted by Ikh Sanudin No comments

JAKARTA-(DM) : Indonesia berkiblat ke Korea Selatan dalam mengembangkan inovasi sains dan teknologi. Negeri Ginseng telah membuktikan mampu lepas dari ketergantungan teknologi negara maju dan bisa membangun dengan teknologi sendiri. Bahkan Korea kini berstatus sebagai negara maju yang terus mengejar prestasi tetangganya, Jepang.

"Korea punya pengalaman mengembangkan iptek yang bagus. Kita bisa mencontoh mereka," kata Dudi Hidayat, peneliti Pusat Penelitian Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Pappiptek) LIPI, Senin, 28 Januari 2013.

Korea menjadi salah satu peserta seminar Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Research and Technology 2013 yang dibuka di Auditorium LIPI hari ini. Seminar untuk membahas kerangka strategis pengembangan sains dan teknologi antar-negara-negara anggota APEC ini digelar Pappiptek LIPI bersama Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi Korea Selatan serta Science and Technology Policy Institute.

Rudal X-38, Senjata Andalan T-50 Rusia

1:14 AM Posted by Ikh Sanudin No comments

Rudal X-38
Rudal X-38 (Kh-38)
ARTILERI:(DM) - Rusia mulai melengkapi Angkatan Udaranya dengan rudal modern X-38 air-to-surface (udara-ke-permukaan). Rudal jarak pendek ini dikembangkan untuk digunakan pesawat tempur generasi kelima T-50, pesawat bomber dan pesawat-pesawat tempur yang sudah ada dalam layanan antara lain Sukhoi Su-34 dan MiG-29 CMT.
Rudal itu telah diuji coba secara rahasia pada tahun 2012 lalu, dan beberapa rudal sudah mulai melengkapi Angkatan udara Rusia pada akhir Desember 2012. Penyerahan rudal dalam skala besar akan segera dilakukan. Rudal baru ini dilengkapi dengan hulu ledak pandu (guided) independen. Rudal ini akan memudahkan berbagi misi dan meningkatkan kemampuan jet tempur T-50 multirole (multiguna), kata Victor Litovkin, chief editor dari majalah "Voennoe Nezavisimoe Obozrenie" Rusia.

China Uji Coba Sistem Anti Rudal Balistik

1:12 AM Posted by Ikh Sanudin No comments

Rudal Balistik China DF-15B
(Ilustrasi) Rudal Balistik China DF-15B
Kementerian Pertahanan China mengonfirmasi tentang keberhasilan mereka mengujicoba sistem penangkal atau anti serangan peluru kendali. Ini menjadi langkah kedua kali China setelah operasi serupa pada 11 Januari 2010.

Uji coba seperti itu sebelumnya juga dilakukan Amerika Serikat dan Jepang. Materi tes meliputi juga pendayagunaan teknologi deteksi yang rumit, melacak, dan menghancurkan misil balistik yang terbang di ruang angkasa.

China menunjukkan "kekuatan otot" militernya secara semakin terbuka melalui kampanye pemberitaan yang terang-terangan. Pada masa lalu, China sangat tertutup tentang hal ini, laiknya sikap negara-negara komunis.

Roket Indonesia Mulai Bikin Cemas Negara Tetangga

1:07 AM Posted by Ikh Sanudin 1 comment

Teknologi Roket Indonesia yang mulai di kuatirkan oleh negara Tetangga. Momentum ini harus dijaga terus dan ditingkatkan sebagai kebanggaan atas kemampuan teknologi sendiri. Jangan sampai karya insinyur Indonesia ini dijegal justru oleh orang Indonesia sendiri (biasa) para ekonom-ekonom Pemerintah yang sering menganggap karya bangsa sendiri sebagai terlalu mahal dan hanya buang-buang uang saja untuk riset ….!

Meski sudah berlangsung, peluncuran roket RX-420 Lapan ternyata masih jadi buah bibir. Anehnya bukan jadi buah bibir di Indonesia yang lebih senang cerita politik, tetapi di Australia, Singapura dan tentu saja di negara tetangga yang belakangan ini suka menganggap remeh Indonesia.

Seperti diketahui roket RX-420 ini menggunakan propelan yang dapat memberikan daya dorong lebih besar sehingga mencapai 4 kali kecepatan suara. Hal itu membuat daya jelajahnya mencapai 100 km. Bahkan bisa mencapai 190 km bila struktur roket bisa dibuat lebih ringan. Yang punya nilai tambah tinggi ini adalah 100% hasil karya anak bangsa, para insinyur Indonesia. Begitu pula semua komponen roket-roket balistik dan kendali dikembangkan sendiri di dalam negeri, termasuk software. Hanya komponen subsistem mikroprosesor yang masih diimpor. Anggaran yang dikeluarkan untuk peluncurannya pun “cuma” Rp 1 milyar. Kalah jauh dengan yang dikorupsi para anggota DPR untuk traveller checks pemenangan Miranda Gultom sebagai Deputi Senior Gubernur BI yang lebih dari Rp 50 milyar. Apalagi kalau dibandingkan dengan korupsi BLBI yang lebih dari Rp 700 trilyun.

Thailand Tampilkan Varian Baru Peluncur Roket DTI-1

1:00 AM Posted by Ikh Sanudin No comments


Peluncur roket multi laras DTI-1 (all photos (TAF)

BANGKOK:(DM) - Defence Technology Institute (DTI) suatu badan riset dari Kementrian Pertahanan Thailand baru-baru ini mengeluarkan varian baru kendaraan peluncur roket multi laras DTI-1 kepada publik. DTI-1 merupakan kerjasama antara DTI dan China National Precision Machinery Import & Export Corporation (CPMIEC) dengan basis peluncur roket WS-1 buatan China.


Perbedaan yang nyata dari tampilan kendaraan ini dari serie sebelumnya terletak pada kabin pengemudi yang telah dilindungi secara penuh dengan pelat baja. Tersedia pula

28 January 2013

Tentara Pembebasan Kachin Kehilangan Pos Penting

3:18 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
Tentara Pembebasan Kachin Kehilangan Pos Penting
AP Ilustrasi: Pasukan Tentara Pembebasan Kachin yang menentang pemerintahan Myanmar. Pemberontak ini adalah salah satu kelompok bersenjata terbesar di Myanmar.

YANGON:(DM) — Tentara Pembebasan Kachin (KIA) kembali kehilangan salah satu pos pertahanan penting mereka, kali ini akibat serangan besar-besaran dari militer Myanmar. Hal itu terjadi walau Pemerintah Myanmar berkali-kali mengklaim telah memerintahkan penghentian serangan dan gencatan senjata sejak pekan lalu.

Menurut juru bicara KIA, yang minta disebut hanya dengan nama Joseph, Minggu (27/1/2013), per telepon, menyatakan sedikitnya 3.000 prajurit militer Myanmar, dengan kekuatan serangan udara dan artileri, membombardir pos pertahanan mereka di kawasan perbukitan Hka Ya Bhum. Pos itu adalah pos pertahanan strategis mendekati kota basis perlawanan Organisasi Pembebasan Kachin (KIO), Laiza.

China Sukses Uji Coba Pesawat Angkut Jarak Jauh

3:12 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
China Sukses Uji Coba Pesawat Angkut Jarak Jauh
wikipedia China sukses melakukan uji coba terbang perdana pesawat angkut jet pertama buatan negeri itu Y-20 akhir pekan lalu. Pesawat ini diklaim mampu mengangkut muatan maksimal 66 ton dan terbang menempuh jarak 4.400 km non-stop. 
 
BEIJING:(DM) - Media massa lokal China, Senin (28/1/2013), memuji kesuksesan uji coba pesawat angkut jet terbesar produksi negeri itu Y-20 pada akhir pekan lalu.

Pesawat angkut jet itu sukses melakukan penerbangan perdanannya pada Sabtu (26/1/2013), hanya beberapa bulan setelah China sukses mengoperasikan kapal induk pertamanya.

Menurut harian pemerintah Global Times, pesawat angkut ini mampu membawa muatan hingga 66 ton menempuh jarak 4.400 km, sehingga mampu dioperasikan untuk sebuah tugas global.

Dengan kehadiran pesawat angkut ini, maka China akan mengakhiri ketergantungannya terhadap pesawat angkut buatan Rusia Il-76, saat melakukan operasi kemanusiaan atau mengirimkan bantuan untuk korban bencana di seluruh dunia.

SBY: Keamanan Negara Tidak Terjaga Baik

3:10 PM Posted by Ikh Sanudin No comments

 SBY mengatakan evaluasi itu berdasarkan obeservasi dan pemantauannya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelar rapat kerja pemerintah (RKP) pertama pada tahun 2013 di Plenarry Hall, JCC, Jakarta Pusat, Senin 28 Januari 2013. Dalam rapat tersebut SBY membeberkan evaluasi kinerja pada 2012.

Menurutnya, secara garis besar, kinerja pemerintahan pada 2012 berjalan dengan baik. Meskipun ada beberapa sasaran pemerintah yang masih belum tercapai karena kompleksibilitas permasalahan tersebut atau kinerja jajaran pemerintahan yang kurang maksimal.

"Meskipun evaluasi akan disampaikan secara rinci, namun saya memiliki evaluasi berdasarkan observasi dan pemantauan saya," ujar SBY ketika memberikan pengarahan kepada para peserta RKP 2013.

Di bidang Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam), SBY mensyukuri kondisi yang terjadi di Indonesia pada 2012 masih dalam keadaan yang stabil. Bahkan jauh lebih baik dari beberapa negara yang terkena dampak krisis. Meski demikian dirinya mencatat tahun lalu tidak luput dari kejadian yang diwarnai oleh aksi kekerasan, benturan sosial dan konflik komunal, termasuk terorisme.