Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Militer Negara Sahabat

16 February 2013

Uni Eropa Perketat Sanksi Atas Korut

10:41 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
Rudal Korut 
Rudal Korut

Langkah ini ditempuh karena Korut kembali uji coba nuklir

 PYONGYANG:(DM) - Uni Eropa (EU) berencana memperketat sanksi bagi Korea Utara (Korut) setelah negara pimpinan Kim Jong-un itu kembali melakukan uji coba nuklir pada Senin lalu. Para diplomat EU sepakat untuk membuat daftar sanksi yang akan disetujui oleh para menteri luar negeri EU pada Senin mendatang.

Dilansir Reuters, Jumat 15 Februari 2103, para diplomat dari Inggris dan beberapa negara lain EU, serta kedutaan besar yang ada di Korut, akan menunjukkan protes mereka dengan memboikot perayaan hari kelahiran mantan pemimpin Korut, Kim Jong-il pada Sabtu ini.

Ke-27 negara EU itu akan memperluas sanksi yang telah disetujui oleh dewan keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada Januari lalu. Selain itu, tindakan lebih lanjut juga akan diambil untuk menekan Korut.

Sanksi yang akan diberlakukan meliputi pelarangan perdagangan dengan Korut terkait beberapa komponen yang dapat digunakan di dalam misil balistik.

Korut Akui Semenanjung Korea Rawan Perang

1:57 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
Foto : Militer Korut (IST)
PYONGYANG:(DM) - Korea Utara (Korut) memberi peringatan ke dunia bahwa situasi di Semenanjung Korea semakin tidak menentu. Hal yang sepele pun dinilai bisa memicu peperangan dalam skala besar.

"Skema provokasi yang dilakukan musuh kami terus menyebar terhadap peluncuran satelit kami yang dilakukan secara damai," ujar Pemerintah Korut, seperti dikutip KCNA, Kamis (14/2/2013).

Korut menjelaskan, sumber ketegangan di Semenanjung Korea bukanlah berasal dari program peluncuran roket Korut. Ketegangan itu muncul karena kebijakan negara-negara lain yang dipandang mengancam keadaulatan negeri komunis Korea itu.

Terkait uji coba senjata atom yang dilakukan dua hari yang lalu, Korut memandang hal itu sebagai tindakan untuk merespons kebijakan Amerika Serikat (AS). Seperti diketahui, Korut sangat kesal dengan AS dan Korea Selatan (Korsel) yang menggelar latihan militer gabungan. Korut memandang hal itu sebagai persiapan untuk menginvasi Korut.

Jepang Yakin Bisa Lancarkan Serangan di Masa Depan

1:51 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
Foto : Pasukan Beladiri Jepang (IST)

 
TOKYO:(DM) - Usai Korea Utara (Korut) menguji coba bom atom, Menteri Pertahanan Jepang Itsunori Onodera langsung mengatakan bahwa negaranya sanggup melancarkan serangan ke negara lain di masa depan. Onodera turut menyinggung hak Jepang untuk mengembangkan militer.

"Ketika niat untuk menyerang Jepang mulai jelas, ancaman itu semakin terlihat dekat, dan kami tidak akan memiliki pilihan lain kecuali menyerang musuh kami. Dalam hukum, Jepang boleh menyerang musuh-musuhnya," ujar Onodera, seperti dikutip Reuters, Kamis (14/2/2013).

"Mengingat bagaimana bentuk lingkungan politik Jepang dan diplomasinya yang berorientasikan perdamaian. Kami juga harus berhati-hati dalam mengamati perubahan keamanan di wilayah ini," tegasnya.

Onodera menyinggung ancaman dari Korut yang berada di dekat wilayahnya. Menurutnya, Jepang patut memperkuat sistem pertahanan misil balistik untuk mewaspadai ancaman negeri komunis Korea itu.

Militan Filipina Klaim Wilayah Malaysia

1:47 PM Posted by Ikh Sanudin 2 comments
Foto : Militan Filipina (IST)
MANILA:(DM) – Sekira 100 militan bersenjata Filipina kini menduduki satu desa di Negara Bagian Sabah di Malaysia. Mereka mengklaim sebagai warga Kesultanan Sulu yang merupakan pemilik sah dari Sabah.

Kesultanan Sulu adalah sebuah kesultanan yang pernah berkuasa di wilayah Filipina bagian selatan. Pada masa kejayaannya, Kesultanan Sulu juga menguasai sebagian wilayah di Pulau Kalimantan yang sekarang menjadi Negara Bagian Sabah.

Pada masa kolonial, Inggris membayar uang sewa kepada Kesultanan Sulu sebagai pengakuan atas kedaulatan Kesultanan Sulu atas Sabah. Tetapi saat masa penjajahan usai wilayah Sabah tidak dikembalikan Inggris ke Kesultanan Sulu, namun dimasukkan ke wilayah Malaysia.

“Mereka ingin diakui sebagai warga dari wilayah Sabah. Secara historis mereka adalah pemilik sah dari Sabah,” ujar Sultan Sulu, Sultan Ismail Kiram, seperti dikutip ABS-CBNNews, Sabtu (16/2/2013).

Sultan Sulu saat ini tidak memiliki kekuasaan politik apapun di Filipina, namun warga di wilayah Sulu masih menghormati sultan sebagai simbol budaya.

TNI AD Terus Bersinergi Bangun Batam

1:36 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
Headline

BATAM:(DM) - Upaya menjaga kondisi Batam yang aman dan kondusif, Kodim 0316/Batam dan Yonif 1334/Tua Sakti terus bersinergi dengan Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Sinergi ini terlihat dari bantuan pengamanan hingga tanggap darurat. Salah satunya adalah Komandan Kodim 0316/Batam Letkol Czi Ahmad Rizal Ramdhani dan Danyonif 134/TS Mayor Persada Alam secara rutin melakukan pertemuan dengan sejumlah paguyuban yang ada di Batam.

Hal ini dilakukan guna meminimalisir terjadinya konflik antar suku di Batam. Kegiatan lain yakni melakukan latihan penanganan tanggap bencana. Hal ini sebagai wujud partisipasi TNI AD untuk penanggulangan bencana alam di Batam.

"Latihan ini sebagai bentuk persiapan untuk membantu Pemko jika sewaktu-waktu ada bencana," ujar Ahmad Rizal Ramdhani beberapa waktu lalu.

Selain tanggap darurat, baru-baru ini, TNI AD bersama dinas terkait melakukan latihan pembibitan tanaman buah dan sayur. Latihan ini sebagai wadah pembekalan untuk memberikan ilmu bagaimana melakukan pembibitan menuju Batam yang hijau.

Kapal Perang Asing Sering Melintas di Natuna

1:34 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
Headline

BATAM:(DM) - Kapal-kapal perang negara asing diduga sering melintas di Perairan Natuna, namun terkadang tidak terpantau. Untuk itu pemerintah pusat diminta memperketat pengawasan dan tidak menganggap sepele hal tersebut. Sebab, peristiwa ini semakin menunjukkan bahwa perairan Natuna memiliki nilai geopolitik yang tinggi.

Kepala Bakesbanglinmaspol Pemkab Anambas, Baharuddin Thalib, yang pernah bertugas di Pulau Subi, Natuna ini mengatakan hal itu kepada wartawan beberapa waktu lalu di Batam.

Kata Baharuddin perairan Natuna yang berbatasan langsung dengan Laut Cina Selatan ini selalu diincar oleh negara asing, atau banyak negara yang sangat berkepentingan dengan wilayah tersebut. Apalagi, lanjutnya, konflik kepemilikan Pulau Spratly yang diperebutkan Cina, Filipina, Vietnam dan Taiwan belum juga tuntas.

Meski demikian ia menambahkan, melintasnya kapal perang di perairan Natuna itu sekaligus menunjukkan upaya kekuatan negara asing di Laut Cina Selatan. Apalagi jalur laut ini memang jalur strategis.

Hercules Hibah Australia Direncanakan Tiba Akhir Mei 2013

1:14 PM Posted by Ikh Sanudin No comments

C-130H Hercules. (Foto: RAAF)

JAKARTA:(DM) -  Indonesia dan Australia melalui masing - masing angkatan udaranya sedang menjajaki kemungkinan kerja sama pendidikan bidang geospasial dan imagery (Geosmery). "Adanya rencana ini yang secara rinci akan dibicarakan lebih lanjut pada kesempatan Airman To Airman Talk tahun 2013," ujar Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Marsdya TNI Ida Bagus Putu Dunia di Mabesau, Jakarta, Kamis (14/2).

Penjajakan kerja sama Geosmery terungkap saat KSAU menerima kunjungan kehormatan Atase Pertahanan Udara (Athanud) Australia Group, Captain Sean Unwind dan asistennya Markus Bangley di Mabesau Jakarta.

Dalam pertemuan itu, KSAU didampingi Aspam KSAU Marsda TNI Kuswantoro, Sekretaris Dinas Penerangan TNI AU (Sesdispenau) Kolonel (Sus) M. Akbar Linggaprana dan Korsmin KSAU Kolonel (Pnb) Imran Baidirus.

Rencana kerjasama pendidikan bidang Geosmery diharapkan kedua angkatan udara bisa terwujud. Selama ini, kerjasama TNI AU dengan Angkatan Udara Australia (Royal Australian Air Force/RAAF) sudah terjalin lama dan harmonis dalam bidang pendidikan dan latihan.

Kerjasama Angkatan Udara Indonesia - Singapura Telah 26 Tahun

1:12 PM Posted by Ikh Sanudin No comments

(Foto: Mindef)

JAKARTA:(DM) -  Indonesia dan Singapura telah menjalin kerja sama militer lebih dari 26 tahun, dan khususnya latihan bersama antara Angkatan Udara dengan Sandi Elang Indopura (Indonesia- Singapura). Kedua negara juga sepakat untuk terus meningkatkan latihan bersama yang bersifat strategis untuk menjaga kepentingan ekonomi, keamanan, dan politik kedua negara. Kerja sama kedua negara mengutamakan prinsip saling menguntungkan sebagai satu kesatuan kekuatan di ASEAN.

Hal itu mengemuka dalam pertemuan antara Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Marsekal Madya TNI Ida Bagus Putu Dunia dan Atase Pertahanan (Athan) Singapura, Kolonel Lawrence Teh Yew Kiat di Markas Besar Angkatan Udara, Jakarta, Jumat (15/2).

Kunjungan Atase Pertahanan Singapura perkenalan sebagai Atase Pertahanan yang baru di Indonesia. Saat menerima Athan Singapura, KSAU didampangi Wakil Asisten Pengamanan KSAU, Marsma TNI Yan Mangesa dan Sesdispenau Kolonel Sus M. Akbar Linggaprana.

Mengurai Java Centris

12:48 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
ANALISIS:(DM) - Kunjungan KSAD ke markas Kodam I Bukit Barisan di Medan tanggal  13 Februari 2013 untuk melihat kesiapan operasional tentara dan alutsistanya disana tentu memberikan spirit bagi prajurit TNI AD.  Spirit itu akan semakin bertambah lagi jika melihat rencana menempatkan sejumlah  alutsista baru di wilayah itu, misalnya helikopter serang, rudal arhanud jarak pendek dan sedang termasuk panser Anoa.  Kita tentu menyanbut gembira karena Sumatera meski tidak berbatasan darat langsung dengan jiran sebelah namun perkuatan alutsista TNI AD perlu disetarakan dan berkemampuan sengat lebah.
Penempatan100  MBT Leopard di dua batalyon pada dua divisi Kostrad di Jawa bisa diterima sebagai perkuatan jantung Indonesia.  Namun pengadaan MBT tahap berikutnya pada MEF tahap II periode 2015-2019 diharapkan tidak lagi ditumpuk di jantung Indonesia itu.  Sangat pantas distribusi prioritasnya  ada di bumi Kalimantan karena wilayah ini berbatasan darat langsung dengan Malaysia.  Kehadiran MBT di Kalimantan diyakini akan memberikan efek gentar bagi negara sebelah kulon dan lor yang selama ini meremehkan kekuatan militer Indonesia.

15 February 2013

Kemhan Incar Helikopter Penghancur Tank Milik AS

11:13 PM Posted by Ikh Sanudin 1 comment
Pilihan antara helikopter APACHE dan black hawk. Sepertinya yang termurah yang akan menjadi prioritas, karena selama ini pembelian alulsista pertahanan dan keamanan kerap terkendala masalah dana
JAKARTA:(DM) - KEMENTERIAN Pertahanan saat ini masih mengkaji rencana pembelian Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) khususnya helikopter jenis APACHE dari Amerika Serikat (AS).

Helikopter jenis APACHE berfungsi sebagai heli serang dengan spesifikasi sebagai penghancur tank lapis baja dan bunker-bunker.

Sebagai alternatif, Kemhan juga sedang mempertimbangkan pengadaan helikopter jenis black hawk. Helikopter jenis black hawk berfungsi sebagai untuk melakukan serbuan (heli serbu) dan juga bisa mengangkut pasukan.

“Helikopter serang jenis APACHE dinilai yang cukup baik di tataran dunia. Memang ada saingannya dari Eropah yaitu helikopter jenis Cobra,” kata Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro di Kantor Kemhan, Jakarta, Jumat (15/2) usai memimpin serah terima jabatan (Sertijab) pejabat Eselon I di Lingkungan Kementerian Pertahanan.

TNI AU Minimalkan Pelanggaran Wilayah Udara

11:10 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
TARAKAN:(DM) - PRAJURIT TNI AU melaksanakan rangkaian kegiatan latihan dalam Operasi Tameng Petir dan Latihan Cakra di Pangkalan Udara Tarakan, Jumat (15/2).

Dalam latihan diskenariokan pelaksanaan force Down oleh satu flight Hawk 109/209 terhadap pesawat asing yang melintas di wilayah udara NKRI yang disimulasikan pesawat Boeing 737 dari Skadron 5 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar.Radar 225 Mamburungan mendeteksi adanya pesawat asing melintas tanpa ijin masuk wilayah Indonesia.

Pesawat asing itu kemudian dilaporkan kepada Komando atas. Tidak berselang lama Komando atas memerintahkan untuk mengidentifikasi jenis pesawat dan tujuan memasuki wilayah Indonesia.Dengan sigap pilot pesawat tempur Hawk melaksanakan take off menuju sasaran. Sempat melakukan komunikasi dengan crew pesawat asing agar segera keluar (pengusiran) meninggalkan wilayah Indonesia.

Namun crew pesawat tanpa ijin ini tidak mengindahkan peringatan yang di berikan. Dengan terpaksa pesawat asing diminta untuk mendarat di Pangkalan TNI AU Tarakan. Setelah mendarat, pasukan yang telah bersiap di appron langsung melakukan pemeriksaan dan pengamanan terhadap crew untuk diinterogasi.

Apache Diganti Battlehawk ?

10:34 PM Posted by Ikh Sanudin 1 comment
Apache AH 64D Longbow
(JKGR):(DM) - Pernyataan KSAD Jenderal Pramono Edhie Wibowo bahwa  TNI AD akan membeli 20 helikopter  UH-60 Black Hawk, menimbulkan banyak pertanyaan di masyarakat. Apakah rencana pembelian  8  helikopter serang  AH 64 (AH= Attack Helicopter) Apache ditukar dengan 20  Helikopter UH-60 (UH= Utility Helicopter) Back Hawk  ?

Jika  mendengarkan penjelasan KSAD Jenderal Pramono Edhie Wibowo di Mabesad beberapa waktu lalu, penggantian Apache dengan Black Hawk agaknya jauh dari kenyataan, walau bukan mustahil.  Menurut KSAD, jika dana tidak  mencukupi maka pembelian Apache AH 64 dialihkan ke Super Cobra AH-1W atau Black Hawk UH-60 yang dipersenjatai.

Namun KSAD memberikan catatan, pada intinya TNI AD menginginkan Apache dan akan memperjuangkannya di Komisi 1 DPR. Alasannya adalah military balance di kawasan. Lebih dari itu KSAD juga memegang prinsip, lebih baik memiliki sedikit senjata tapi mematikan daripada banyak namun loyo.  TNI AD menginginkan persenjataan terbaik di kelasnya.  Hal ini baru rencana di Angkatan Darat. Namun gayung bersambut, Menteri Luar Negeri AS kala itu Hilary Clinton menyampaikan rencana pembelian 8 Apache AH-64D Longbow blok 3 oleh Indonesia ke Kongres AS dan disetujui.

Rencana Akuisisi 20 Blackhawk TNI AD

10:18 PM Posted by Ikh Sanudin No comments

 TNI AD akan Datangkan 20 Unit Helikopter Black Hawk

JAKARTA:(DM) - Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro mengatakan Mabes TNI AD mengajukan permintaan untuk membeli helikopter tempur. Ada dua opsi helikopter yang diinginkan TNI AD, yaitu Apache dan Black Hawk. Pembelian tambahan alutsista itu dipilih dri Amerika Serikat (AS) lantaran sesuai dengan spesifikasi.

Namun, lantaran harga Apache terlampau mahal pilihan bakal dijatuhkan untuk membeli Black Hawk. Menurut Purnomo, pembelian itu diharapkan selesai tahun ini. Pasalnya, dana yang dianggarkan sebesar 200 juta dolar AS atau setara Rp 1,9 triliun lebih sudah disetujui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Badan Perencanaan Pembagunan Nasional (BPPN).

Berdasarkan pembicaraan awal, kata Purnomo, harga satu unit Apache mencapai 45 juta dolar AS dan Black Hawk sekitar 20 juta dolar AS per unit. “Black Hawk pilihanya karena Apache mahal. Ini masih dalam pembahasan pemerintah dan belum diajukan ke Komisi I DPR,” kata Purnomo di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Jumat (15/2).

Kemhan Masih Kaji Pembelian Apache

10:13 PM Posted by Ikh Sanudin No comments

AH-64D Longbow. (Foto: army technology)

JAKARTA:(DM) -  Kementerian Pertahanan saat ini masih mengkaji rencana pembelian Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) khususnya helikopter jenis Apache dari Amerika Serikat (AS).

Helikopter jenis Apache berfungsi sebagai heli serang dengan spesifikasi sebagai penghancur tank lapis baja dan bunker-bunker.

Sebagai alternatif, Kemhan juga sedang mempertimbangkan pengadaan helikopter jenis Black Hawk. Helikopter jenis Black Hawk berfungsi sebagai untuk melakukan serbuan (heli serbu) dan juga bisa mengangkut pasukan.

“Helikopter serang jenis Apache dinilai yang cukup baik di tataran dunia. Memang ada saingannya dari Eropah yaitu helikopter jenis Cobra,” kata Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro di Kantor Kemhan, Jakarta, Jumat (15/2) usai memimpin serah terima jabatan (Sertijab) pejabat Eselon I di Lingkungan Kementerian Pertahanan.

Menurut Purnomo, pilihan untuk pengadaan helikopter jenis Black Hawk atau helikopter jenis Apache termasuk dalam alutsista tambahan yang diajukan Kemhan guna melengkapi kekuatan TNI Angkatan Darat.

“Awalnya pilihannya helikopter jenis Apache. Masalahnya ada suatu alokasi anggaran untuk pembelian helikopter serang. Pilihannya bisa Apache, bisa Black Hawk,” katanya.

Menurut Purnomo, kalau helikopter jenis Apache sudah mendapatkan ijin dari Pemerintah AS. Hanya saja, menurut Purnomo, kita ingin mendapatkan helikopter jenis Apache cukup banyak. Kalau kita tidak bisa mendapatkan helikopter jenis Apache yang cukup banyak maka kita ingin helikopter jenis Black Hawk.

“Yang penting helikopter tempur kita itu cukup banyak sehingga bisa membangun deteren begitu. Itu sedang kita bahas. Kita masih hitungan-hitungan dengan alokasi dana yang ada,” katanya.

Ia menjelaskan Kemhan masih mempertimbangkan apakah sebaiknya helikopter jenis Apache atau helikopter jenis Black Hawk. Sebab masih menghitung dana yang dialokasikan untuk pengadaan Alutsista.

Menurut Purnomo, tahun 2013 ini akan memproses rencana pengadaan helikopter tempur tersebut. Ia ingin mengejar waktu karena masa bakti KIB II tinggal setahun lagi. Sebab pertengahan tahun depan mungkin sudah punya presiden baru kalau Pemilihan Presiden hanya berlangsung satu putaran.

“Kalau hanya satu putaran maka kabinetnya juga harus siap-siap,” katanya.

Terkait pengadaan helikopter tempur itu, Purnomo menjelaskan, selain masih menghitung alokasi anggaran yang ada, juga tentu berpulang kepada user (TNI, Red), apakah helikopter jenis Apache atau Black Hawk.

“Dari segi user, (helikopter) Black Hawk juga tidak ada masalah. Tapi mereka punya plus – minus masing-masing,” katanya.

Menhan berharap helikopter tempur itu minimal bisa mencapai satu skadron. Untuk memenuhi satu skadron maka minimal harus membeli 16 unit helikopter tempur.

Purnomo membenarkan bahwa rencana pengadaan helikopter tersebut belum mendapat persetujuan dari DPR. Karena hal itu masih dalam proses di pemerintah yaitu antara Kementerian Pertahanan, Markas Besar TNI dan Markas Besar Angkatan.

“Dari situ kita matangin dulu, baru diajukan ke DPR,” kata Menhan.

Mantan Kepala Badan Rencana Pertahanan Kementerian Pertahanan, Mayor Jenderal TNI R. Ediwan Prabowo mengatakan untuk satu unit helikopter jenis Apache seharga US$ 45 juta, sedangkan helikopter jenis Black Hawk harganya US$ 20 juta.

“Itu jawaban dari pemerintah AS khususnya tentang harga,” kata Ediwan usai menyerahkan jabatannya sebagai Kabaranahan Kemhan kepada Laksamana Muda TNI Rachmad Lubis di Kantor Kemhan, Kamis (15/2).

Terkait pengadaan helikopter tersebut, Ediwan mengatakan alokasi anggaran untuk sementara mencapai US$ 400 juta. Ediwan menambahkan TNI sebagai pengguna Alutsista sebenarnya menginginkan helikopter jenis Apache.

“Keinginan user tentu yang pertama adalah Apache. Tapi kalau memang harganya tinggi, mungkin belum waktunya pada Renstra ini,” katanya.

Sumber: Jurnas

Persiapan Kedatangan F-16 Tim USAF Survei Lanud Iswahjudi

10:03 PM Posted by Ikh Sanudin No comments



MAGETAN:(DM) -  Guna mempercepat pencapaian program Kekuatan Pokok Minimum (Minimum Essestial Force/MEF). Tim dari Amerika Serikat, USAF mengadakan survei ke Lanud Iswahjudi terkait hibah pesawat tempur F-16, Selasa (12/2). Tim USAF diterima Langsung oleh Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Yuyu Sutisna, S.E.

Pada kesempatan tersebut Danlanud Iswahjudi mengatakan, bahwa hibah pesawat tersebut merupakan bentuk kerjasama dibidang keamanan kawasan dalam kerangka perjanjian kemitraan komprehensif antara pemerintah Indonesia dengan Amerika Serikat.

Lebih lanjut Marsma TNI Yuyu Sutisna, S.E., menambahkan semoga dengan telah dilakukan survei di Lanud Iswahjudi oleh tim dari USAF, mampu memberikan masukan demi kelancaran pelaksanaan hibah pesawat tempur F-16. Dengan adanya penambahan pesawat tempur F-16 tersebut, mampu menambah kekuatan alat utama sistem senjata TNI khususnya TNI Angkatan Udara serta mempercepat pencapaian Program Minimum Essential Force (MEF), ungkap Marsma TNI Yuyu.

Optimis Dengan KFX/IFX Project

9:24 PM Posted by Ikh Sanudin No comments

Model KFX/IFX
JAKARTA-(DM) : Hingga nanti terbang dan operasional permasalahan kerja sama pesawat tempur Indonesia-Korea Selatan, KFX/IFX tetap menjadi topik hangat di kalangan military enthusiast. 

Apalagi, sempat berhembus kabar, Korea Selatan akan menunda pembiayaan KFX/IFX di tahun 2013. Rasa pesimis pun menghantui proyek ini. 

Akan tetapi, Kementrian Pertahanan, sebagai pemangku kebijakan justru merasa tetap optimis dengan kelanjutan proyek KFX/IFK. Seperti yang dituturkan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemhan, Prof. Dr. Ir. Eddy S. Siradj, M.Sc kepada ARC berikut ini:

Analisis : Daftar Belanja MEF Tahap II

9:16 PM Posted by Ikh Sanudin No comments

ANALISIS-(DM) : Program modernisasi persenjataan TNI untuk memantapkan postur tentara modern sedang berlangsung menuju penyelesaian babak pertama.  Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro baru-baru ini mengatakan sampai dengan akhir tahun 2014 program yang dikenal dengan sebutan MEF (Minimum Essential Force) akan mencapai 38% dari nilai target MEF.  Itu artinya pada babak kedua nanti yang berlangsung selama 5 tahun berikutnya akan dikejar penyelesaian target 62% MEF yang digadang-gadang itu.

Pemerhati pertahanan UI Andi Widjajanto memprediksi bahwa anggaran militer untuk MEF kedua tahun 2015-2019 akan mencapai US$20 Milyar.  Kalau kita membandingkan dengan anggaran MEF  tahap I tahun 2010-2014 yang mencapai US$ 15 milyar dengan pencapaian 38%, maka angka 20 milyar dollar AS itu sebanding dengan target sisa 62% yang ingin dicapai.  Titik kritis dari perjalanan mencapai target 100% pada “babak kedua” nanti ada pada pengambil kebijakan yang nota bene pemerintahan baru pasca 2014. Jika pemerintahan baru nanti “senafas” dengan yang sekarang meski figur beda atau punya ide yang sama untuk menyelesaikan target MEF TNI, diniscayakan perjalanan MEF akan sesuai dengan harapan kita semua.

14 February 2013

Giliran Korea Selatan Pamer Persenjataan

5:31 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
Giliran Korea Selatan Pamer Persenjataan
Sebuah kapal perang AL Korea Selatan menembakkan misil penjelajah baru yang diklaim sangat akurat sehingga bisa menembak sasaran individu di Korea Utara.

SEOUL:(DM) -  - Dua hari setelah uji coba nuklir Korea Utara, Pemerintah Korea Selatan, Kamis (14/2/2013), memperkenalkansebuah misil penjelajah baru yang diklaim bisa menghantam langsung anggota komando tertinggi Korea Utara.

Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengundang sejumlah wartawan untuk menyaksikan presentasi rekaman video yang menampilkan uji coba penembakan misil itu dari sebuah kapal perang dan kapal selam.

"Misil penjelajah yang kami perkenalkan hari ini adalah senjata dengan presisi tinggi yang bisa mengidentifikasi dan menghantam jendela kantor markas komando Korea Utara," kata juru bicara Kemenhan Korsel, Kim Min-seok.

Misil ini, lanjut Kim, memiliki kekuatan mematikan dan bisa menghentikan aktivitas markas besar musuh di masa perang.

Asia Tenggara Mulai Agresif Beli Senjata

4:18 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
 Anggaran militer Singapura hampir dua kali lipat dari para tetangganya 

Kapal Selam Kilo Class pesaman Vietnam Tengah dikerjakan di Rusia
Kilo Class Vietnam
JAKARTA:(DM) - Tidak hanya Indonesia yang tengah giat memperkuat alat utama sistem persenjataan. Tetangga-tetangganya di Asia Tenggara pun belakangan ini mempercanggih persenjataan mereka.

Menurut kantor berita Reuters, dengan bersumber dari sejumlah lembaga pengamat, setidaknya ada tiga negara ASEAN yang tengah memperkuat Alutsista. Indonesia sedang membeli sejumlah unit kapal selam dari Korea Selatan dan sistem radar maritim dari China dan AS. Vietnam pun menambah kapal selam dan jet tempur Rusia.

Singapura tak ketinggalan. Negeri mungil itu berstatus importir senjata terbesar kelima di dunia dan terus menambah persenjataan yang canggih. Mengantisipasi pengembangan kekuatan militer China dan juga didukung pertumbuhan ekonomi yang sedang pesat, negara-negara Asia Tenggara lagi jor-joran membelanjakan anggaran militer demi memperkuat jalur pelayaran, pelabuhan, dan batas-batas maritim yang vital bagi aliran ekspor dan energi.

Menurut kalangan pengamat, sengketa wilayah di Laut China Selatan - yang mengandung sumber minyak dan gas alam melimpah - membuat Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Brunei harus antisipasi atas pengembangan kapabilitas militer China, yang turut berkepentingan atas perairan itu.

Indonesia Naksir Tank Leopard dan Kapal Spanyol

4:12 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
  RI akan mengganti kapal Dewa Ruci dengan kapal Spanyol atau Polandia

MADRID:(DM) - Peningkatan kerjasama Indonesia dan Spanyol di berbagai bidang hari ini disepakati dalam pertemuan menteri pertahanan kedua negara. Salah satunya adalah kemungkinan pembelian kapal pengganti KRI Dewa Ruci.

Kepala Badan Perencanaan Pertahanan, Mayjen Ediwan Prabowo, Rabu 13 Februari 2013, mengatakan bahwa galangan kapal di Spanyol adalah satu dari dua negara yang tengah dilirik Indonesia untuk memproduksi pengganti Dewa Ruci. Galangan kapal lainnya adalah milik Polandia.

"Kami sudah mengunjungi kedua negara tersebut untuk melakukan survei dan saat ini sudah di tahap evaluasi untuk menentukan proses lelang," ujar Prabowo.

Kesatuan Latihan Laut Samudera Angkatan Bela Diri Laut Jepang singgah di Indonesia

4:08 PM Posted by Ikh Sanudin No comments

1.
Kesatuan Latihan Laut Samudera Angkatan Bela Diri Laut Jepang yang dikomandoi oleh Kolonel Laut Hideki TAKUMA dengan kapal pengawal HATAKAZE (4.600 ton), HARAYUKI (2.950 ton) dan ASAYUKI (3.050 ton) dijadwalkan singgah di Jakarta dari tanggal 13-16 Februari.
2.
Kesatuan Latihan Laut akan melakukan kunjungan kehormatan ke Armada Barat dll, dan setelah acara resepsi di atas kapal yang diselenggarakan bersama dengan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia dengan mengundang pihak-pihak pemerintah Indonesia terkait, akan bertolak dari pelabuhan untuk menyelenggarakan latihan persahabatan dengan Angkatan Laut Indonesia di perairan Tanjung Priok.
3.
Kesatuan Latihan Laut ini terdiri dari 105 siswa calon perwira yang lulus ujian seleksi dan telah menyelesaikan pendidikannya di sekolah calon perwira yang ada di kota Etajima, prefektur Hiroshima.

Modernisasi Alutsista Adalah Hal Mutlak Bagi Suatu Negara

4:07 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
JAKARTA:(DM) - Modernisasi peralatan militer adalah satu hal yang mutlak bagi suatu negara yang mempunyai tanggung jawab kepada rakyatnya, dimana negara harus memiliki kemampuan angkatan perang yang cukup handal.
 
Demikian dikatakan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat menjadi nara sumber dalam Acara Talk Show Kantor Berita Radio Nasional RRI PRO 2 FM dengan tema “Urgensi Penguatan Sistem Pertahanan Keamanan Nasional dan Bela Negara”, Senin (11/2) di Hotel Sultan, Jakarta. 

Lebih lanjut Wamenhan mengatakan, saat ini di tahun 2010 sampai dengan 2014 pemerintah bersama dengan DPR sedang berupaya memodernisasi peralatan militer atau Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) TNI.

“Ini adalah satu hal yang dikerjakan oleh negara, kalau kita berbicara dengan negara berarti pemerintah dan rakyat yang direpresentasikan oleh wakil - wakilnya di DPR”, ujar Wamenhan.

Spanyol Minati Industri Kapal Militer

4:05 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
JAKARTA:(DM) - Ini kabar baik bagi industri dan BUMN pertahanan Indonesia. Pemerintah Spanyol menaruh minat untuk menjadi konsumen dan mitra produk-produk alutsista Indonesia. 

Ini disampaikan Menhan Spanyol Pedro Morenes Eulate saat bertemu Menhan Purnomo Yusgiantoro di kantornya Rabu (13/2). Pertemuan berlangsung tertutup dengan didahului upacara penyambutan militer. 

Dalam pertemuan itu, kedua menteri membahas sejumlah strategi pertahanan negara, seperti peningkatan pendidikan, perencanaan, inovasi, dukungan logistik, hingga akuisisi produk pertahanan. "Kita setuju untuk memperkuat kerja sama. MoU mencakup atensi kedua negara untuk memfasilitasi peningkatan kerja sama yang telah dibangun sejak 2007," ujar Menhan Purnomo usai pertemuan. 

Purnomo menjelaskan, kerja sama bidang ilmu pengetahuan (sains) dan teknologi berkaitan dengan penggunaan sistem dan perangkat militer yang terkait teknologi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Industri Strategis. "Teknisnya kita akan detailkan nanti antar BUMN dengan mitranya dari Spanyol," katanya. 

Parlemen Insiden Kebakaran KRI Klewang Tidak Terulang

4:02 PM Posted by Ikh Sanudin No comments

KRI Klewang saat uji pelayaran. (Foto: Northsea)

JAKARTA:(DM) -  Anggota Komisi I DPR Hayono Isman meminta peristiwa terbakarnya kapal perang pesanan TNI Angkatan Laut, KRI Klewang-625 di dermaga Pangkalan TNI AL Banyuwangi, Jatim September 2012 lalu tidak boleh terulang lagi.

Apalagi status kapal tersebut belum menjadi milik TNI Angkatan Laut karena belum diserahterimakan. Namun ia juga berharap, kapal jenis itu tetap dapat diproduksi kembali sebagai upaya modernisasi alutsista TNI AL khususnya.

"Kita sampaikan apresiasi terhadap investor yang mau membuka pabrik pembuatan kapal bagi TNI yang dibangun di Banyuwangi, Jatim tersebut. Meskipun ya mamang kita prihatin dengan terbakarnya kapal perang KRI Klewang itu, tetapi bukan berarti perusahaan itu divonis mati," ujar Hayono Isman di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu (13/2).

Alutsista TNI AD Diganti Bertahap

4:01 PM Posted by Ikh Sanudin No comments

MRLS Astros alutsista terbaru TNI AD. (Foto: Berita HanKam)

JAKARTA:(DM) -  Kepala Staf TNI AD (Kasad), Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, mengatakan sejumlah alat utama sistem senjata (alutsista) di lingkungan TNI AD perlu diganti, dan pembeliannya dilakukan bertahap. Alutsista yang akan dibeli tersebut dikaitkan dengan fungsi organisasi dalam sistem pertahanan dan keamanan yang dijalankan guna menjaga keutuhan NKRI.

"TNI AD mendapatkan anggaran 14 triliun rupiah untuk membeli dan menyempurnakan alutsista setelah mendapatkan persetujuan dari DPR," kata Kasad seusai meninjau alutsista Kodam I Bukit Barisan di Medan, Rabu (13/2).

Edhie mengungkapkan anggaran 14 triliun rupiah tersebut disetujui dan dialokasikan DPR untuk kepentingan pengadaan alutsista untuk saat ini. Namun, ia enggan menanggapi mengenai tingkat kecukupan anggaran tersebut untuk membeli dan menyempurnakan alutsista. "Kalau negara menyiapkan 14 triliun rupiah, saya harus mengamankan pada saat pengadaan 14 triliun rupiah," kata mantan Pangkostrad itu.

Sistem Pertahanan Udara Komposit TD-2000B Jalani Uji Coba

3:59 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
Suasana pengujian sistem pertahanan udara TD-2000B (all photos : PussenArhanud, Kaskus Militer)

Uji terima ulang Sista Hanud Terintegrasi TD-2000B Rudal Meriam

Uji terima ulang Sista Hanud Terintegrasi TD-2000B Rudal Meriam dilaksanakan pada hari Selasa 29 Januari 2013 dan Senin 4 Februari 2013 di Balai Produksi dan Pengujian Roket (BPPR) LAPAN dan Pangkalan TNI AU, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Hasil tembakan amunisi 57 mm proximity pertama (gambar kiri) dan kedua (gambar kanan)

Pelaksanaan uji terima ulang Sista Hanud Terintegrasi TD-2000B Rudal Meriam dibagi menjadi dua bagian yaitu uji penembakan meriam 57 mm AA (Anti Aircraft) tanggal 29 Januari 2013 dan uji penembakan misil tanggal 4 Februari 2013.

Iran Menjawab, Sepuluh Fitur Utama Qaher F-313

3:54 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
TEHERAN:(DM) - Sebagian masyarakat dunia menyoroti keanehan dari prototipe pertama pesawat tempur siluman Iran Qaher F-313. Beberapa hari lalu, Kantor Berita MEHR menerbitkan  artikel yang menjelaskan fitur pesawat ini.

Artikel tentang 10 fitur utama dari Qaher F-313 yang diterbitkan MEHR ini menjawab beberapa keraguan dan kemampuannya untuk terbang, sekaligus untuk membuktikan bahwa pesawat baru Iran ini bukan hanya layak terbang, tapi juga sebagai salah satu jet tempur paling canggih di dunia. Hal ini juga pernah dinyatakan oleh Presiden Mahmoud Ahmadinejad.

Berikut 10 fitur utama, karakteristik teknis dan beberapa data terkait Qaher F-313 yang dikutip dari artikel MEHR :

13 February 2013

Nuklir Korut Bikin Korsel "Meriang"

12:59 AM Posted by Ikh Sanudin No comments
Nuklir Korut Bikin Korsel "Meriang"
YONHAP / AFP
Dalam foto yang diambil 15 Desember 2011 ini, menunjukkan anggota militer Korea Selatan memamerkan persenjataan misil Iron Hawk-II di markas mereka di Daejon. 
 
SEOUL:(DM)- Pengumuman keberhasilan uji coba nuklir ketiga Korea Utara tak ayal membuat tetangganya di Selatan "meriang". Selain mengecam uji coba itu sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap resolusi PBB, Korea Selatan, warta Yonhap pada Selasa (12/2/2013), mengutip Juru Bicara Kementerian Pertahanan Kim Min-Seok mengatakan Negeri Ginseng meningkatkan tahap waspada level dua militernya.

Menurut Min-Seok, militer Korsel melakukan kerja sama dengan pasukan AS untuk mengantisipasi kemungkinan buruk yang terjadi. "Korsel dan AS terus memantau lebih dekat pergerakan militer Korut,"kata Min-Seok.

Selain itu, Korsel, imbuh Min-Seok, meminta adanya pertemuan segera dengan Dewan Keamanan PBB. "Pertemuan itu akan membahas sanksi terbaru untuk Pyongyang,"katanya.

Apa Kabar KFX/IFX?

12:55 AM Posted by Ikh Sanudin 1 comment

JAKARTA:(DM) - Ajakan Pemerintah Korea Selatan yang disampaikan pertengahan 2010 di Jakarta diterima dengan senang hati oleh Kementerian Pertahanan Indonesia. Karena memang punya keinginan memenuhi kebutuhan alut sista secara mandiri, ajakan membuat pesawat tempur generasi 4,5 tersebut disambut bak peluang emas. Kedua pihak menyadari kemandirian di bidang pertahanan bisa memperkokoh industri dalam negeri, memangkas ketergantungan pada sistem senjata strategis dari luar dan mendongkrak deterrent sistem pertahanan nasional. Meski gayung sudah bersambut, namun merealisasikan jet tempur berkode KFX/IFX ini tak semudah membalik telapak tangan. Berikut laporan A. Roni Sontani dan A. Darmawan tentang status terkini dari program yang amat prestisius ini, langsung dari “dapurnya”.

Singkat cerita, proyek bilateral ini sudah berjalan dan berlangsung lebih kurang satu setengah tahun. Selama kurun waktu tersebut konsep jet tempur masa datang generasi 4,5 ini telah diurai dan disusun menurut kebutuhan operasional sistem pertahanan Korea dan Indonesia. Program dikatakan menelan anggaran 8 miliar dolar AS, dimana Indonesia akan menanggung 20 persen sementara sisanya akan dipikul Korea. Dalam perjanjian juga disepakati, Indonesia berhak membeli 50 unit pesawat, sementara Korea Selatan 150 unit. Dan, jika pesawat ini dibeli negara lain, kedua pihak akan berbagi royalti.

Empat Kapal Cepat Rudal Produksi Dalam Negeri Memuaskan

12:38 AM Posted by Ikh Sanudin No comments



JAKARTA:(DM) -  Kapal Cepat Rudal (KCR) produksi dalam negeri yang berada di bawah jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) berhasil mengikuti Latihan Geladi Tugas Tempur (Glagaspur) Tingkat III/L-3 dengan mencapai nilai kualitatif cukup memuaskan.

KCR tersebut yakni KRI Clurit (CLT-641), KRI Kujang (KJG-642), dan KRI Beladau (BLD-643). Ketiga KCR tersebut merupakan kapal pemukul reaksi cepat yang dalam pelaksanaan tugasnya mengutamakan unsur pendadakan, mengemban misi menyerang secara cepat, menghancurkan target sekali pukul dan menghindar dari serangan lawan dalam waktu singkat.

Ketiga kapal perang yang dilengkapi dengan Sensor Weapon Control (Sewaco) dan Close in Weapon System (CIWS) ini sehari-harinya berada di bawah pembinaan Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmabar dengan Komandan Kolonel Laut (P) Dafit Santoso.

Chaiseri Memperkenalkan Kendaraan Taktis Baru

12:36 AM Posted by Ikh Sanudin No comments
Kendaraan taktis medium langsiran Chaiseri (photos : Chaiseri)

BANGKOK:(DM) - Chaiseri perusahaan Thailand yang bisnis utamanya berupa produk karet dan metal khususnya roda rantai untuk tank, baru-baru ini memperkenalkan produk barunya berupa kendaraan taktis 4x4 dalam situs jejaring sosial.

Kendaraan  taktis ini diperkirakan mempunyai berat 4 hingga 6 ton sehingga dapat digolongkan sebagai Medium Tactical Vehicle. Belum ada keterangan resmi mengenai kendaraan ini, namun dari foto yang ada terlihat bahwa prototipe kendaraan ini tengah menjalani proses uji coba.

Pembelian Black Hawk Jadi Alternatif untuk Apache

12:34 AM Posted by Ikh Sanudin No comments
Helicopter serba guna Blackhawk versi bersenjata (photo : Airforce Technology)

JAKARTA:(DM) Rencana pembelian helikopter Black Hawk asal Amerika Serikat menjadi alternatif jika negosiasi harga heli Apache buntu. Kalau anggaran alat utama sistem persenjataan tercukupi, rencana pembelian heli serbu ini ditargetkan rampung pada 2014 mendatang. 

"(Pembelian Black Hawk) itu masih rencana dari bawah (TNI AD)," ujar juru bicara Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal Bambang Hartawan, kepada Tempo, Selasa, 12 Februari 2013. Dia mengatakan, harga heli Apache itu memang sangat mahal. "Hingga kini masih dalam tahap negosiasi," kata dia. 

Pembelian delapan unit heli Apache Longbow AH 64D sebelumnya sudah mendapatkan persetujuan dari kongres Amerika Serikat. Namun, pembelian Apache maupun Black Hawk diakui masih terkendala anggaran. "Kalau anggarannya cukup semoga bisa terwujud," ujar Bambang.

Indonesia Dengan Mudah Mampu Bangun Senjata Nuklir

12:32 AM Posted by Ikh Sanudin No comments

JAKARTA-(DM) : Indonesia disebut dapat dengan mudah membuat senjata nuklir apabila diinginkan. Hal itu dikarenakan Indonesia kini telah memiliki teknologi nuklir yang cukup maju untuk membuat senjata nuklir.

“Patut diketahui Indonesia dapat dengan mudah memiliki senjata nuklir jika mau. Teknologi nuklir yang kini Indonesia miliki dapat dengan mudah diubah menjadi teknologi untuk mebuat senjata nuklir,” ujar anggota Komisi I DPR, M. Nadjib, dalam seminar Kawasan ASEAN Bebas Nuklir di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (12/2/2013).

“Itu sebabnya komunitas internasional mengawasi sangat ketat negara-negara yang diketahui memiliki tenaga nuklir, seperti Iran,” lanjut Nadjib.

Nadjib menyebut komunitas internasional curiga dengan niat Iran untuk mengembangkan teknologi nuklir karena teknologi tersebut memang dapat dengan mudah diselewangkan untuk membuat senjata nuklir.

Empat KRI Kembali Bertugas Setelah Selesai Pemeliharaan

12:29 AM Posted by Ikh Sanudin No comments

SURABAYA-(DM) : Usai melaksanakan perbaikan dan pemeliharaan menyeluruh (Hardepo) selama kurang lebih satu tahun, empat Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) jajaran Koarmatim siap bertugas kembali mendukung operasi laut di wilayah Koarmatim. Kesiapan unsur laut tersebut ditandai dengan acara penyerahan empat kapal perang dari Dinas Material Angkatan Laut (Dismatal) oleh Kadismatal Laksamana Pertama TNI Ir. Bambang Nariyono, M.M., kepada Pangarmatim Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.H., M.Hum, bertempat di atas Geladak KRI Kerapu-812 yang sedang bersandar di Dermaga Koarmatim Ujung Surabaya, Selasa (12/02).

Ke empat kapal perang tersebut yaitu satu Kapal Cepat Torpedo (KCT) KRI Singa-651, dua kapal Buru Ranjau (BR) KRI Pulau Raas-722, KRI Pulau Rimau-724 dan satu kapal jenis Fast Patrol Boat (FPB) KRI Kerapu-812. Unsur laut tersebut telah mengalami perbaikan menyeluruh selama kurang lebih satu tahun mulai tahun 2012 sampai dengan tahun 2013. Adapun bagian kapal yang mengalami perbaikan dan modernisasi meliputi bangunan kapal (platform), sistem sensor dan persenjataan Sensor Weapon Control (SEWACO) serta permesinan. Selama proses Hardepo ke empat kapal tersebut dibawah tanggung jawab Dismatal selaku koordinator pelaksana perbaikan.

12 February 2013

Mengintip Leopard 2SG AD Singapura

9:32 AM Posted by Ikh Sanudin No comments

 
SINGAPURA:(DM) - Menyimak foto-foto Leopard 2SG AD Singapura yang berbaris gagah dalam parade National Day Singapura memang mampu membuat hati berdecak kagum. Bagaimana tidak, Leopard 2SG dimodifikasi secara modular oleh Deisenroth Engineering. Singapura juga sudah memiliki doktrin keterpaduan kavaleri-infantri yang matang, dimana pada level terkecil satu seksi tank (2 Leopard) akan mengawal 1 peleton infantri mekanis (3 Bionix ICV). Pemasangan BMS (Battlefield Management System) yang sesuai dengan konsep 3G Soldier juga sudah selesai, sehingga Leopard 2SG bisa berbicara dengan Bionix IFV, Terrex, dan bahkan prajurit infantri melalui serangkaian peta digital dan sistem penanda kawan-lawan. Tapi dibalik sosoknya yang gagah, pada awal kedatangannya Leopard 2SG justru dihadapkan pada sejumlah kendala. Kisah tersebut ARC peroleh dari penuturan salah satu instruktur Kavaleri TNI AD yang baru kembali dari crash course di Singapura.

24 Heli Bell 412 dan 20 Black Hawk untuk TNI AD

9:18 AM Posted by Ikh Sanudin No comments
TNI AD rencananya akan membeli 20 helikopter Blackhawk (photo : Martin Rosenkranz)

BANDA ACEH:(DM) - TNI Angkatan Darat akan membeli 24 unit helikopter jenis Bell 412 dan 20 unit jenis Black Hawk. Pengadaan helikopter tersebut merupakan bagian dari pengorganisasian alat utama sistem senjata (alusista) TNI AD.

Demikian disampaikan Kepala Staf TNI AD Jenderal Pramono Edhie Wibowo di Markas Komando Daerah Militer Iskandar Muda, Banda Aceh, Senin (11/2/2013).

"Kalau pengadaan untuk yang akan datang ini programnya saya akan mengadakan 24 bell 412. Yang baru datang 10, (sekarang) sudah ada, kami akan gunakan," kata dia.

TNI AD, lanjut dia, masih akan terus berkomunikasi dengan negara pembuat heli. "Kalau diizinkan dan dana itu ada, kami akan membeli Black Hawk 20 unit dari Amerika," ujar dia.

Marder, Lapis Baja One Stop Services

9:12 AM Posted by Ikh Sanudin No comments

marder_tank-21.jpgJKGR-(DM) : Arah dijadikannya IFV Marder sebagai Tank Medium TNI AD, semakin mendekati kenyataan, setelah pemerintah Jerman memberikan blueprint Marder kepada Indonesia, satu paket dengan pembelian 100 MBT Leopard 2 dan 50 IFV Marder 1A3.

Dengan asistensi Rheinmetall Jerman, PT Pindad akan membuat line produksi dari tahap awal hingga jadi. PT Krakatau Steel diharapkan mampu membuat  spesifikasi logam untuk memenuhi armor harness Marder buatan  PT Pindad nantinya. Turret yang dipilih kemungkinan besar Hitfact 105- 120 mm Oto Melara.

Dengan bobot yang lebih ringan dan rendahnya recoil force, turet ini menghasilkan tenaga tembakan yang besar untuk menghancurkan main battle tank secara akurat. Turret Hitfact 105 – 120 mm memiliki sejumlah keunggulan karena meriam maupun senjata mesinnya telah terintegrasi.

Iran coba bangun gerilyawan di Suriah

12:03 AM Posted by Ikh Sanudin No comments
Ini adalah operasi besar. Tujuan langsungnya tampak untuk mendukung rezim Suriah. Tapi itu penting bagi Iran untuk memiliki kekuatan di Suriah yang handal dan dapat diandalkan.

Washington:(DM)  - Iran dan sekutunya yang berbasis di Lebanon, Hizbullah, mencoba untuk membangun jaringan milisi di dalam wilayah Suriah untuk melindungi kepentingan mereka jika Presiden Bashar al-Assad jatuh, menurut laporan The Washington Post, Minggu malam.

Mengutip sumber pejabat dari Amerika Serikat dan Timur Tengah yang tidak disebutkan namanya, surat kabar itu mengatakan tujuan Iran tampaknya memiliki operasi yang dapat diandalkan di Suriah jika terjadi kasus perpecahan di negara itu menjadi kantong-kantong etnis dan sektarian.

Iran mengaku mendukung sekitar 50 ribu gerilyawan di Suriah. Upaya untuk menemukan solusi politik bagi konflik yang telah berlangsung hampir dua tahun lamanya dan menewaskan lebih dari 60 ribu orang itu tampaknya menemui jalan buntu.

"Ini adalah operasi besar. Tujuan langsungnya tampak untuk mendukung rezim Suriah. Tapi itu penting bagi Iran untuk memiliki kekuatan di Suriah yang handal dan dapat diandalkan, " harian itu mengutip pejabat pemerintah senior Amerika Serikat.

Persemakmuran dorong kemerdekaan pengadilan di Sri Lanka

12:00 AM Posted by Ikh Sanudin No comments
Kolombo:(DM)  - Sekretaris Jendral Persemakmuran Kamalesh Sharma memulai pembicaraan di Sri Lanka, Minggu, dengan mendorong kemerdekaan pengadilan di negara pulau tersebut, sementara Kanada memperbarui seruan boikot pertemuan puncak kelompok itu di Kolombo akhir tahun ini.

Sharma mengadakan pembicaraan dengan para pemimpin Sri Lanka di Kolombo mengenai aturan hukum dan pemisahan wewenang setelah negara itu membangkang seruan internasional dan memecat ketua mahkamah agung pada Januari, kata blok itu, lapor AFP.

Kunjungan empat hari Sharma ke Sri Lanka dilakukan ketika Kanada mendesak negara-negara lain di Persemakmuran yang beranggotakan 54 negara agar tidak mengikuti Pertemuan Kepala Pemerintah Persemakmuran (CHOGM) pada November yang diadakan di Kolombo.

Kanada melaporkan Sri Lanka ke Persemakmuran atas tuduhan pelanggaran nilai-nilai demokrasi blok itu dengan mengabaikan dua putusan pengadilan dan memecat Ketua Mahkamah Agung Shirani Bandaranayake bulan lalu.

11 February 2013

Kapal China di dekat Senkaku/Diaoyu setelah insiden radar

11:55 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
Kepulauan Senkaku atau Diaoyu yang menjadi objek sengketa antara pemerintah Jepang dengan China (guardian.co.uk)
Empat kapal pengintai maritim China memasuki zona yang disebut berdekatan... 

Naha:(DM)  - Kapal-kapal pengawasan maritim China Minggu terlihat berlayar didekat Senkaku atau Diaoyu, sekelompok pulau di jantung sengketa sengit antara Tokyo dan Beijing, untuk pertama kalinya sejak pemerintah Jepang menuduh China menargetkan radar senjata di kapal pemburu Jepang.

Empat kapal pengintai maritim China memasuki zona yang disebut berdekatan, tak jauh dari wilayah perairan sekitar gugus pulau yang dikendalikan Jepang dan diklaim oleh China, dari sekitar pukul 07.00 waktu setempat, menurut Markas Penjaga Pantai Wilayah ke-11 di Naha, Prefektur Okinawa.

Ini adalah pertama kalinya sejak Selasa bahwa kapal-kapal China terlihat di dekat Kepulauan Senkaku/Diaoyu di Laut China Timur. Jepang pada Sabtu telah mempertegas bukti tertangkapnya kapal China dalam radar kapal Jepang yang berarti memasuki teritorialnya meski Beijing sempat menolak tuduhan tersebut.

Wamenhan: Indonesia perlu komponen cadangan

11:48 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
Jakarta:(DM)  - Wakil Menteri Pertahanan Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan Indonesia memerlukan komponen cadangan untuk mengantisipasi ancaman non-militer yang dihadapi bangsa dan negara yang tidak bisa dilawan dengan persenjataan.

"Komponen cadangan sumber daya manusianya adalah warga negara sipil untuk bela negara tapi bukan wajib militer," kata Sjafrie Sjamsoeddin dalam diskusi Yellow Forum for Young Leader (YFYL) bertema "Urgensi Penguatan Sistem Pertahanan Indonesia" di Jakarta, Senin.

Menurut dia, wacana komponen cadangan ini perlu disikapi dengan militansi masyarakat untuk menguatkan nasionalisme.

Ia mencontohkan, bangsa Indonesia saat ini menghadapi ancaman bahaya narkoba serta penetrasi budaya asing yang memberikan dampak negatif.

"Hal ini harus diatasi oleh bangsa Indonesia yang militan. Komponen cadangan ini harus dibaca sebagai kekuatan nasional," katanya.

Tantowi: penguatan alutsista harus diikuti kesejahteraan

11:44 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
Jakarta:(DM)   - Anggota Komisi I DPR RI Tantowi Yahya mengatakan penguatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) harus diikuti dengan peningkatan kesejahteraan prajurit.

"Karena sehebat apapun alutsista yang dimiliki jika tidak diikuti dengan kesejahteran prajurit maka tidak akan dimanfaatkan secara optimal," kata Tantowi Yahya pada diskusi Yellow Forum for Young Leader (YFYL) bertema "Urgensi Penguatan Sistem Pertahanan Indonesia" di Jakarta, Senin.

Menurut Tantowi, relevansi dari kesejahteraan prajurit adalah adalah militansinya, sehingga jika para prajurit TNI belum sejahtera maka dikhawatirkan loyalitas dan militansinya akan rendah.

Politisi Partai Golkar ini mencontohkan, uang lauk-pauk prajurit TNI Rp45.000 per hari atau tiga kali makan.

Jika dibandingkan dengan prajurit militer di Australia Rp45.000 per sekali makan serta prajurit militer di Inggris Rp50.000 per sekali makan.

Denjaka dan US Navy Seal Gelar Latma Silent Iron 13-1

10:52 PM Posted by Ikh Sanudin No comments

SURABAYA:(DM) -  Komandan Pasmar-2 Brigadir Jenderal TNI (Mar) Buyung Lalana bertindak selaku inspektur upacara mewakili Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) A. Faridz Washington pada upacara pembukaan Latihan bersama (Latma) Silent Iron 13-1 di lapangan tembak pistol Jusman Fuger Kesatrian Marinir Hartono Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (11/02).

Latihan bersama tersebut selain bertujuan untuk mempererat persahabatan juga meningkatkan kerja sama Militer Indonesia dengan Amerika Serikat serta meningkatkan profesionalisme prajurit Denjaka, US Navy Seal dan US Marsoc dalam rangka mendukung tugas pokok satuan.

Dalam amanat Dankormar yang dibacakan oleh Danpasmar-2 menyampaikan, bahwa Negara Indonesia merupakan negara kepulauan yang mempunyai wilayah laut yang cukup luas serta mempunyai kekayaan alam yang sangat besar di dalamnya dan kondisi ini sangat rentan dari segala bentuk ancaman, baik ancaman potensial maupun faktual, untuk itu diperlukan keberdaaan TNI-AL yang kuat dan professional dalam menghadapi segala bentuk ancaman tersebut.

Pangkoopsau II: Dituntut Effisiensi Penggunaan Jam Terbang

10:51 PM Posted by Ikh Sanudin No comments

JAKARTA:(DM) -  Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara (Pangkoopsau) II, Marsekal Muda TNI Agus Supriatna mengatakan untuk melaksanakan tugas pokok Koopsau II khususnya berkaitan dengan pengoperasian alutsista, dituntut untuk dapat melakukan efisiensi penggunaan jam terbang dengan prioritas kepentingan operasi dan maintaining skill bagi para awak pesawat. Hal ini, diakui Pangkoopsau II, memang sangat dilematis.

Oleh karena itu, dia meminta para komandan satuan jajaran agar harus mengambil langkah-langkah kongkrit, sehingga dengan keterbatasan alokasi jam terbang tidak sampai memengaruhi kemampuan awak pesawat.

“Misi penerbangan harus tetap dapat terlaksana dengan lancar, aman dan selamat. Sasaran akhir bidang operasi dan latihan terlaksana dengan baik serta tercapainya zero accident,” kata Pangkoopsau II, Marsda TNI Agus Supriatna saat membuka kegiatan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Koopsau II di ruang rapat Suryadharma, Makoopsau II Makassar, Jumat (8/2).

Pangarmabar Tinjau Manuver Taktis di Laut Jawa

10:49 PM Posted by Ikh Sanudin No comments


JAKARTA:(DM) - : Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksda TNI Arief Rudianto, S.E., secara langsung melihat pelaksanaan manuver lapangan enam unsur KRI Jajaran Koarmabar pada saat berlangsung manuver taktis di perairan Laut Jawa pada posisi daerah latihan 25 utara Karawang Jawa Barat, dari Anjungan KRI Silas Papare-386.

Latihan geladi Parsial dan Geladi Tugas tempur (Glagaspur) tingkat III yang digelar oleh Komando Armada RI Kawasan Barat ini dilaksanakan sebagai salah satu tindak lanjut kebijakan dari komando atas khususnya kebijakan di bidang latihan yang disampaikan pemimpin pada saat Rapim TNI AL, pekan lalu.

Pada Rapat staf dan Komando Koarmabar, Pangarmabar menyampaikan arahan kebijakan pimpinan di bidang latihan antara lain disampaikan kebijakan latihan yaitu meningkatkan kualitas pelaksanaan latihan pada tiap tingkatan, merencanakan pelaksananaan latihan secara terintegrasi dan komprehensif agar dapat mendukung pelaksanaan latihan gabungan TNI tingkat Divisi pada tahun 2013.