Berita Pertahanan dan Keamanan, Industri Militer Indonesia dan Dunia, Wilayah Kedaulatan NKRI serta Militer Negara Sahabat

12 September 2015

Mengenal Lebih Dekat Sukhoi SU-35

9:39 PM Posted by Ikh Sanudin No comments
Jakarta:(DM) – Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan  memutuskan membeli satu skuadron  pesawat Sukhoi SU-35 buatan Rusia menggantikan pesawat F-5 Tiger untuk menjaga kedaulatan udara Indonesia. Lalu, seperti apa sebenarnya kemampuan pesawat tempur generasi 4,5 ini :
-Sukhoi SU-35 yang mendapat julukan Super Flanker baru saja memasuki masa operasional di Angkatan Udara Rusia namun beberapa negara sahabat Rusia sudah kepincut untuk segera memilikinya juga.
-Sukhoi SU-35 bisa dikatakan sebagai Jet Tempur Rusia paling canggih yang sudah Full Operasional, kemunculannya seolah mengisi kekosongan sekaligus penjembatan utama menuju generasi ke 5 yang masih dalam tahap uji coba yakni Sukhoi T-50 PAKFA (Perspektivny Aviatsionny Kompleks Frontovoy Aviatsii/Prospective Airborne Complex of Frontline Aviation).
-Sukhoi SU-35 merupakan pesawat generasi 4++ dimana secara teknikal kemampuan SU-35S secara berada diatas pesawat generasi 4 seperti Rafale, F18, F16 -Sukhoi SU-35 tak mudah untuk di endus radar lawan, meski SU-35 bukan pesawat siluman atau stealth seutuhnya layaknya generasi ke 5 seperti F22 Raptor atau F35 Lightning II.
-Jangkauan radar milik Super Flanker yang 2 lebih jauh ketimbang pesawatpesawat generasi 4 atau 4+ memungkinkan SU-35S melakukan aksi First Look-First Shoot-First Kill sebelum pilot lawan melihat super flanker, pilot SU-35S bisa lebih dulu menjatuhkan pesawat lawan tersebut.
-Di sektor mesin milik SU-35S jauh lebih bertenaga, mesin ganda 117S sangat superior dan irit setrum ketimbang Jet tempur lain, F16 misalnya.
-Pesawat multiperan dengan kemampuan manuver tinggi
-Memiliki sistem avionik dan elektronik paling canggih
-Jangkauan radar lebih jauh dengan pengenalan multitarget
-Mesin ganda 117S dengan system vectoring
-Sulit diendus radar (semi stealth)
-Mampu menembakkan rudal secara rearward-firing (menembak ke belakang)
-Daya angkut senjata (tonase dan jumlah) tergolong tinggi dengan 12 hard point
-Mesin punya usia pakai yang lebih panjang ketimbang Flanker sebelumnya
-Paling rendah kerawanan terhadap adanya embargo
-Bisa memanfaatkan/membawa bekal senjata Flanker generasi sebelumnya
-Mampu beroperasi dari landasan pendek berkat mesin yang dilengkapi TVC (thrust vectoring control)
-Hanya tersedia dalam varian kursi tunggal, alhasil proses latih tempur atau konversi hanya bisa dilakukan di simulator.
-Biaya operasional per jam terbilang paling tinggi, ada yang menyebut Sukhoi sebagai ‘ATM terbang.’ Mengutip informasi dari defence.pk, biaya operasional per jam (cost of flying per hours) SU-27/SU-30 mencapai USD7.000, sementara untuk Su-35 biaya operasi per jam bisa mencapai USD14.000. Sebagai perbandingan biaya operasional per jam F-16 hanya USD3.600
-Belum ada kejelasan untuk detail skema ToT (Transfer of Technology) yang ditawarkan kepada pihak PT Dirgantara Indonesia.
SU-35
Pesawat tempur dengan satu tempat duduk.
SU-35UB
Pesawat tempur dan pesawat latih dengan dua tempat duduk.
SU-35BM
Pesawat tempur bertempat duduk tunggal dengan avionik yang diperbarui .
Su-35S
Su-35BM versi domestik Rusia
SU-35K
Su-35BM versi ekspor
Tipe : Pesawat tempur multi-peran
Perancang : Tim Desain Sukhoi berdasarkan SU-27 dan Mikhail Simonov
Terbang Perdana : 1988
Produksi Perdana : 1995 (proses produksi kemudian dibekukan pada 1990-an akhir)
Pengembangan : Modernisasi SU-35 menjadi SU-35S , diproduksi ulang pada 2006
Terbang Perdana SU-35S : 2008
Operator : AU Rusia telah memesan 48 unit hingga 2015
Muatan : Hingga 8 Ton

PERSENJATAAN
-1. × 30 mm kanon internal Gryazev-Shipunov GSh-30-1 dengan 150 putaran
-2. × rel ujung sayap untuk peluru kendali udara ke udara R-73 (AA-11 “Archer”) atau poda ECM -12 × stasiun rangka dan sayap untuk sampai 8.000 kg artileri, termasuk peluru kendali udara ke udara, peluru kendali udara ke darat, roket, dan bom seperti:
-Vympel R-27: R-27R, R-27ER, R-27T, R-27ET, R-27EP, R-27AE
-Vympel R-77: R-77, dan R-77M1, R-77T yang diajukan
-Vympel R-73: R-73E, R-73M, R-74M
-Kh-31: Kh-31A, Kh-31P (Peluru kendali anti-radiasi)
-Kh-35: Kh-59 -Kh-29: Kh-29T, Kh-29L
– Bom terpandu laser KAB-500
-Bom terpandu laser KAB-1500
-Bom terpandu laser LGB-250
-250 kg bom tak-terpandu FAB-250
-500 kg bom tak-terpandu FAB-500
-Roket terpandu laser S-25,
-Roket tak-terpandu S-250
-Poda roket tak-terpandu S-8
-Poda roket tak-terpandu S-13
Kru : 1
Panjang : 21,9 m
Lebar sayap : 14,7 m
Tinggi : 5,90 m
Luas sayap : 62,0 m²
Berat kosong : 18.400 kg
Berat terisi : 25.300 kg
Berat maksimum lepas landas : 34.500 kg
Mesin : 2× Saturn 117S dengan turbofan TVC
Dorongan kering : 8.800 kgf (86,3 kN)
Dorongan dengan afterburner : 14.500 kgf masing-masing
Kecepatan maksimum : Mach 2,25 (2.390 km/h) pada ketinggian
Jarak jangkau : 3.600 km ; (1.580 km di atas daratan)
Jarak jangkau feri : 4.500 km dengan tangki bahan bakar tambahan
Batas tertinggi terbang : 18.000 m
Laju panjat : >280 m/s
Beban sayap : 408 kg/m²
Dorongan/berat : 1,1
-Mampu melakukan manuver yang tidak bisa dilakukan oleh pesawat tempur lainnya yakni, berhenti seketika di udara, mampu terbang cepat di ketinggian dan bisa membawa banyak rudal udara ke udara.
-Dilengkapi sistem avionik canggih dan memiliki kecepatan supersonik sekitar 1,5 mach yakni dua kali kecepatan suara dan dianggap mampu melampaui pesawat tempur siluman generasi kelima F-22 Raptor buatan Amerika Serikat
-Memiliki sistem pencarian dan pelacakan inframerah termasuk sensor non elektromagnetik untuk pendeteksian jarak jauh.
-Mampu mendeteksi lawan dari kejauhan dengan adanya sensor radar canggih yaitu radar dengan jenis NIIP Irbis-E yang mampu mendeteksi 30 objek di udara, serta 4 objek di daratan sampai dengan jarak 400 km.
-Memiliki peralatan jamming yang mampu menurunkan kemampuan radar pesawat musuh. Termasuk radar untuk mendeteksi sinyal dari belakang guna menembakkan peluru kendali SARH.

Area Jangkauan Radar
– Area pencarian (Maksimal pencapaian target dan sudut pencarian
– Pencarian dan area pancapaian dalam pertempuran udara berdasarkan bidikan HMS -Pencarian dan area pancapaian pertempuran udara vertikal
-Pencarian dan area pancapaian dalam pertempuran udara HUD
Mode Air-to-Air
Pelacakan 30 target Serangan serentak terhadap 8 target
Mode Air-to-Surface
Pelacakan 4 target Serangan terhadap 2 target Pencitraan daratan resolusi tinggi.
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment